TribunJatim/

Terdakwa Pemalsuan Surat Sedang Hamil 7 Bulan, Suami Harapkan Ada Keringanan Hukuman

Suami Mariani, Pralampita Dedi berharap istrinya bisa mendapatkan keringanan hukuman saat vonis nanti.

Terdakwa Pemalsuan Surat Sedang Hamil 7 Bulan, Suami Harapkan Ada Keringanan Hukuman
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Suami dari terdakwa Mariani, Pralampita Dedy (kanan) usai menyaksikan persidangan istrinya di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (13/9/2017). Mariani Setyowati (34) dituntut 8 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum usai menolak dijodohkan oleh pria pilihan ibunya dan menikahi Pralampita Dedy. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Suami Mariani, Pralampita Dedi berharap istrinya bisa mendapatkan keringanan hukuman saat vonis nanti.

Selain itu, tentu ia mengharapkan agar istrinya dibebaskan dari hukuman, mengingat istrinya kini sedang hamil 7 bulan.

"Kami berharap kepada majelis hakim atas dasar kemanusiaan. Kasus ini memang pemalsuan surat, tapi bukan surat nikah, hanya surat pernyataan saja," ujar Pralampita, Rabu (13/9/2017).

Selain itu, Pralampita juga memasrahkan semua keputusan kepada majelis hakim.

( Tolak Pria yang Dijodohkan Orangtuanya, Wanita Hamil Ini Menangis karena Dituntut 8 Bulan Penjara )

Mariani Setyowati (34) dituntut 8 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sidang tuntutan tersebut digelar di ruang sidang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (13/9/2017).

Mariani yang sedang mengandung janin usia 7 bulan tersebut sempat berurai air mata saat JPU membacakan tuntutan atas dirinya.

"Memohon kepada majelis hakim, agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 8 bulan penjara," ujar Didik Yudha selaku JPU dari kasus tersebut.

Halaman
12
Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help