TribunJatim/

Wujudkan Pabrik Pintar, Industri Manufaktur Perluas Level Penggunaan Teknologi

Penelitian yang menganalisis tren-tren yang mulai bermunculan dan akan membentuk masa depan industri manufaktur.

Wujudkan Pabrik Pintar, Industri Manufaktur Perluas Level Penggunaan Teknologi
istimewa
Lim Fang How, Regional Director for Southeast Asia, Zebra Technologies Asia Pasifik. 

TRIBUNJATIM.COM - Industri manufaktur yang cerdas telah mulai berinvestasi dalam teknologi-teknologi pabrik pintar untuk memperoleh keuntungan, seperti peningkatan produktivitas, peningkatan visibilitas, dan kemampuan untuk memprediksi permintaan.

Seiring industri terus bergerak menuju Industry 4.0, tren ini akan terus berkembang dan membentuk industri baru di tahun-tahun mendatang.

Hal itu dipaparkan Regional Director for Southeast Asia, Zebra Technologies Asia Pasifik, Lim Fang How, berdasarkan hasil studi Zebra yang bertajuk “Asia Pacific Manufacturing Vision Study 2017”.

Ini sebuah penelitian yang menganalisis tren-tren yang mulai bermunculan dan akan membentuk masa depan industri manufaktur.

Menurut Lim, hasil studi Zebra juga menemukan jumlah industri manufaktur yang mendukung pabrik yang terhubung penuh akan meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2022. Ini berarti  46 persen diprediksi akan memiliki kemampuan untuk sepenuhnya terhubung dalam jangka waktu lima tahun.

"Dengan begitu, industri manufaktur akan terus mengadopsi Industry 4.0 dan pabrik pintar," ujarnya, seperti siaran tertulis yang dikirim ke Tribunjatim.com, Rabu (13/9/2017).

Di pabrik pintar tersebut, para pekerja akan menggunakan kombinasi antara identifikasi frekuensi radio, teknologi-teknologi yang dapat dikenakan (wearable), dan sistem otomatis dan teknologi baru lainnya untuk memantau berbagai proses fisik pabrik.

"Dengan pabrik pintar juga memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang terdesentralisasi," jelasnya.

Temuan lainnya, para eksekutif di wilayah Asia Pasifik, kata Lim menyatakan pencapaian jaminan kualitas merupakan prioritas utama mereka dalam lima tahun ke depan.

Industri manufaktur yang berwawasan maju mengadopsi filosofi yang berfokus pada kualitas untuk mendorong pertumbuhan, throughput dan profitabilitas.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help