TribunJatim/
Home »

Jatim

Badan PBB ini Terpana Dengan Pelaksanaan Vaksinasi MR di Jatim

Jawa Timur dinilai sangat progresif untuk menyukseskan program vaksinasi ini.

Badan PBB ini Terpana Dengan Pelaksanaan Vaksinasi MR di Jatim
SURYA/DAVID YOHANES
Seorang petugas medis tengah menyiapkan vaksin MR sebelum disuntikkan, Kamis (14/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Badan PBB yang mengurusi anak-anak, United Nations Children's Fund (UNICEF) memuji pelaksanaan vaksinasi campak dan rubella (MR) di Jawa Timur.

Bahkan Jawa Timur dinilai sangat progresif untuk menyukseskan program vaksinasi ini.

Direktur UNICEF untuk Area Pulau Jawa, Arie Rukmantara mengungkapkan, ada 35 juta anak di Pulau Jawa yang menjadi sasaran vaksinasi ini.

(Mau Ikut Running Pilkada Bangkalan, Kadindik ini Minta Mundur, Tapi Diginiin Sama Bupati)

Khusus di Jawa Timur, jumlahnya mencapai 8.468.640 anak. Enam minggu pertama sejak diluncurkan 1 Agustus 2017, capaiannya sudah mendekati 90 persen.

Arie optimis, di sisa waktu hingga 30 September, target tersebut bisa dilampaui 95 persen, target yang ditetapkan secara nasional.

“Bahkan minggu pertama bulan Septermber, sudah ada Kabupaten/Kota yang melebihi target. Seperti Blitar, Pasuruan, Mojokerto, dan Madiun,” papar Arie, usai "site visit" sosialisasi vaksin MR di Desa Karanggandu, Trenggalek, Jawa Timur.

(Ingin Punya Istri, Cukup Beli ke Pasar ini, Lalu Ngecek Kualitasnya dan Langsung Dibawa Pulang)

Kini masih ada sekitar 1.000.000 anak yang belum menerima vaksinasi campak dan rubella. Karena itu, Arie berharap, seluruh petugas kesehatan memanfaatkan waktu tersisa semaksimal mungkin.

Data dari Pusdatin, per-11 September capaian vaksinasi campak dan rubella (MR) di Jatim mencapai 7.277.421 anak. Angka ini tertinggi kedua setelah Jawa Tengah.

(Pengesahan Anggota PSHT, Aparat Kekuatan Penuh Dikerahkan dan Bikin Larangan Keras ini)

Di Jawa Tengah, dalam periode yang sama suah tercapai 86,42 persen. Sedangkan secara keseluruhan di Pulau Jawa, capaiannya sudah di atas 80 persen. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help