TribunJatim/

Begini Imbauan BNN Kota Surabaya Agar Kejadian Satu Orang Meninggal Usai Konsumsi PCC Tak Terulang

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, AKBP Suparti menuturkan sejumlah hal terkait temuan obat yang disinyalir termasuk narkotika.

Begini Imbauan BNN Kota Surabaya Agar Kejadian Satu Orang Meninggal Usai Konsumsi PCC Tak Terulang
KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI
Salah satu pasien yang dirawat di RSJ Kendari setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diduga narkoba. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya, AKBP Suparti menuturkan sejumlah hal terkait temuan obat yang disinyalir termasuk narkotika.

Obat tersebut bernama Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC).

Suparti mengatakan obat itu tak ada indikasi kandungan narkoba didalamnya.

Namun untuk pembeliannya harus seizin resep dokter.

"Kalau di Surabaya sebetulnya tidak ada kandungan narkoba ya," terang Suparti kepada TribunJatim.com pada Kamis sore (14/9/2017).

Terkait hal tersebut, Suparti mengimbau pada masyarakat kota pahlawan melalui TribunJatim.com agar memahami setiap obat yang hendak dikonsumsi.

Menurutnya, masyarakat harus selalu waspada dengan peredaran dan kepemilikan obat, namun bukan berarti masyarakat takut dan enggan untuk menerima hal baru tentang obat itu.

"Yang pasti imbauan untuk warga Surabaya harus selalu waspada dan paham akan obat-obatan yang dikonsumsinya, bila tidak mengerti bisa tanya ke perawat, suster, dokter, atau apoteker tentang fungsi dari obat itu," lanjut Suparti.

Ia berharap masyarakat juga harus selalu waspada dengan orang yang baru dikenal.

"Ya bukan berarti menyuruh orang untuk suudzon (berburuk sangka) ya, tapi harus selalu waspada juga dengan orang asing yang baru dikenal, jangan mau dikasih obat yang katanya dapat menyehatkan badan dan sejenisnya lah, yang penting harus selalu waspada itu tadi, kalau perlu dicegah, kami pun demikian," tutup Suparti.

Sebelumnya, puluhan murid di Kendari, Sulawesi Tenggara, kejang-kejang, hingga mual-mual.

Mereka dibawa ke Rumah Sakit, lantaran mengkonsumsi pil PCC.

Penulis: pradhitya fauzi
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help