TribunJatim/

Gara gara Permintaan Harga Tanah Setinggi Ini, Tol Ngawi Kertosono Molor Penyelesaiannya

Lahan yang belum dibebaskan berada di Dusun Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, dengan luas tanah mencapai 4.000 meter persegi.

Gara gara Permintaan Harga Tanah Setinggi Ini, Tol Ngawi Kertosono Molor Penyelesaiannya
dok PT Waskita Karya
Progress pembangunan Tol Solo-Kertosono 

TRIBUNJATIM.COM/MADIUN - Pembangunan jalan tol ruas Ngawi-Kertosono molor, gara-gara satu lahan milik warga belum dibebaskan.

Padahal, jika sesuai rencana, pembangunan jalan tol itu seharusnya selesai Agustus 2017.

Direktur Teknis PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ), Yudi Darmawan selaku pengelola tol menuturkan, saat dikonfirmasi menuturkan terpaksa memperpanjang kontrak pembangunan hingga akhir Oktober 2017.

"Jika sesuai dengan perencanaan tol ruas Ngawi-Kertosono, selesai Agustus. Karena ada masalah pembebasan lahan yang belum selesai, kontrak pembangunannya diperpanjang hingga akhir Oktober 2017," kata Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2017) siang.

Yudi menuturkan, lahan yang belum dibebaskan berada di Dusun Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, dengan luas tanah mencapai 4.000 meter persegi.

Dikatakannya, pejabat pembuat komitmen (PPK) selaku penyedia lahan telah melakukan berbagai upaya mediasi, namun belum menemui titik temu dengan pemilik lahan.

Persoalan pembebasan lahan tersebut, sudah dua tahun belum selesai.

Pemilik tanah bersikeras tidak bersedia melepas tanahnya dan meminta harga di atas taksiran apraisal.

"Yang saya dengar, dari apraisal memberikan harga Rp 250.000 per meter. Tetapi pemilik tanah meminta harga Rp 2 juta per meter," kata Yudi.

Perpanjangan kontrak ini merupakan kali keempat yang dibuat PT NKJ.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help