TribunJatim/

Kisah Penerima Beasiswa Pilot, Jauh dari Orang Tua Hingga Rindu Bertemu Walikota Risma

Lima pemuda terpilih menjadi penerima beasiswa sejak 2015 silam. Ribuan pelajar Surabaya diseleksi untuk memilih sembilan slot beasiswa pilot.

Kisah Penerima Beasiswa Pilot, Jauh dari Orang Tua Hingga Rindu Bertemu Walikota Risma
TRIBUNJATIM.COM/NURUL AINI
Lima orang penerima beasiswa pilot dari Pemkot Surabaya saat di Balai Kota Surabaya, pada Kamis (14/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nurul Aini.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lima pemuda terpilih menjadi penerima beasiswa sejak 2015 silam.

Ribuan pelajar Surabaya diseleksi untuk memilih sembilan slot beasiswa pilot saat itu.

Namun hasil seleksi hanya ada lima pelajar yang memenuhi kualifikasi menempuh pendidikan penerbangan.

Mereka adalah anak dari keluarga kurang mampu seperti anak buruh laundry, buruh batu hingga anak korban PHK.

Satu diantaranya M Salman Alfarisy anak dari pasangan M Burhanudin dan Taufiqi Hidayah ini menggantungkan hidup dari pekerjaan ayahnya sebagai buruh laundry.

Karenanya ia sangat bersyukur dan berharap nantinya bisa mengangkat derajat orangtuanya.

Tak jauh berbeda dengan Salman, rekannya bernama Rizal Awalludin Adiansyah hanyalah anak seorang buruh kuli batu.

Ketika menempuh pendidikan di Badan Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Banyuwangi kelimanya harus berpisah dengan orang tuanya yang tinggal di Surabaya.

Mereka jarang pulang karena tak banyak waktu libur dan memilih berhemat dari pada untuk ongkos pulang.

Halaman
12
Penulis: Nurul Aini
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help