TribunJatim/

Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tanah Galian Ilegal di Mojosari Mojokerto

erit tangis terdengar jelas dari dalam rumah Kodir. Rika yang merupakan istri korban tewas akibat tertimbun tanah galian, tampak histeris saat mengeta

Satu Keluarga Tewas Tertimbun Tanah Galian Ilegal di Mojosari Mojokerto
surya/ Rorry Nurmawati
Suasana di rumah duka korban tewas tertimbun longsor, saat Kodir dan Wijanarko tiba di rumah Dusun Glogok, Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Kamis (14/9). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Jerit tangis terdengar jelas dari dalam rumah Kodir. Rika yang merupakan istri korban tewas akibat tertimbun tanah galian, tampak histeris saat mengetahui suami tercintanya sudah terbujur kaku.

Belum juga mengering air mata yang membasuh di pipi, ibu dua anak ini harus menghadapi kenyataan pahit karena anak pertamanya juga tewas dalam musibah itu.

Mobil ambulans tampak berganti mengantar jenazah bapak dan anak itu. Jenazah pertama yang lebih dulu datang adalah Kodir.

Meski sempat mengalami kendala saat evakuasi pria 60 tahun itu, namun jenazah lebih dahulu datang ke rumah duka. Saat jenazah di keluarkan dari dalam mobil, sanak keluarga dan para tetangga telah menyambut untuk memanggul.

Isak tangis pun pecah ketika jenazah Kodir diletakkan di ruang tamu. Perempuan 51 tahun ini tampak histeris dan sesekali berteriak seakan tak percaya bahwa dihadapannya adalah suami yang telah memberinya dua anak.

Tak selang beberapa lama, mobil ambulans kembali masuk ke halaman rumah. Kali ini, jenazah putra pertama Kodir yang diturunkan. Jenazah diletakkan tepat disamping ayahnya.

Ya, kedua jenazah korban longsor galian itu tidak lain masih satu keluarga. Selama ini, Kodir dikenal sebagai tukang gali pasir di wilayah tersebut.

Dalam pekerjaan ini, Kodir juga mengajak anak pertamanya Wijanarko (35).

Dimata keluarga, Kodir dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak neko-neko. Bahkan selama ini, bekerja sebagai tukang gali menjadi mata pencahariannya untuk mencukupi dua anak hingga beranjak dewasa.

"Orangnya baik, dari dulu memang kerjanya ini cari pasir di sebelah," kata Umi yang masih bersaudara dengan Kodir.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurmawati
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help