TribunJatim/

Tiga Waduk di Madiun Kondisinya Kritis, Petani Diminta Beralih ke Tanaman Minim Air ini

Batas kekuatan waduk untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah dibatasi hingga ketinggian dua meter.

Tiga Waduk di Madiun Kondisinya Kritis, Petani Diminta Beralih ke Tanaman Minim Air ini
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Pintu air di Waduk Dawuhan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun yang kondisinya kritis, Rabu (14/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dampak dari musim kemarau yang terjadi sejak Juli 2017, mengakibatkan debit air di waduk di Kabupaten Madiun, mengalami penyusutan yang cukup drastis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Arnowo Widjaja, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Arnowo menyebut, apabila tidak ada hujan hingga Oktober, 13.693 hektar sawah terancam tak dapat dialiri air dari waduk.

"Debit air di tiga waduk sudah kritis. Bila hingga Oktober tidak turun hujan maka air waduk tidak bisa mengairi 13.693 sawah petani di Kabupaten Madiun," kata Arnowo, Kamis ( 14/9/2017) siang.

(Gara-gara Hal ini, Air Waduk Bendungan Sutami Akan Dihemat Penggunaannya)

Arnowo menuturkan, ada tiga waduk di Kabupaten Madiun yang mengalami penyusutan debit air . Di antarany, Waduk Notopuro, Waduk Dawuhan, dan Waduk Saradan.

Saat ini, kata Arnowo, ketinggian debit air di Notoputo turun dari 7,5 meter menjadi 4,1 meter, Waduk Saradan dari 8,5 meter menjadi 3,7 meter dan Waduk Dawuhan dari 9,4 meter menjadi 4 meter.

Dikatakan Arnowo, batas kekuatan waduk untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah dibatasi hingga ketinggian dua meter.

(Sabu Senilai Rp 9 Miliar Dibakar di Polres Sampang, Dua Kurirnya Hanya Cengar-cengir)

Apabila debit air telah mencapai dua meter, maka pintu air waduk terpaksa ditutup.

"Minimal dua meter ketinggian air di dalam waduk. Kalau di bawah itu akan rusak, dasar waduk akan rusak," ujarnya.

Bila air waduk tak lagi dapat mengairi sawah, pihaknya telah mempersiapkan beberapa alternatif.

"Strategi kami nanti, kalau kekurangan air dari waduk, kami akan optimalkan sumur bor untuk pengairan sawah," katanya.

(Terlanjur Bayar Rp 150 Juta, Calon Mahasiswa ini Disurati Diterima di Teknik Industri UB, Ternyata)

Selama musim kering, pihaknya telah mengimbau kepada para petani agar menanam tanaman palawija guna menghindari gagal panen akibat kekeringan. (Surya/Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help