TribunJatim/
Home »

Jatim

Tangkapan Ikan Menurun Drastis, Nelayan di Tulungagung Protes Keramba Udang

Nelayan tradisional di Tulungagung makin tercekik karena dihimpit oleh menjamurnya keramba udang.

Tangkapan Ikan Menurun Drastis, Nelayan di Tulungagung Protes Keramba Udang
SURYA/DAVID YOHANES
Seorang nelayan menepikan perahunya di dermaga Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Tulungagung, Minggu (17/9/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Nelayan tradisional di pesisir selatan Kecamatan Besuki mengeluhkan banyaknya keramba udang di teluk Pantai Popoh, Tulungagung.

Keberadaan keramba ini menghambat gerak nelayan tradisional, yang selama ini mengandalkan area tangkapan di area teluk.

“Geraknya jadi terbatas karena dimana-mana dan keramba udang. Tangkapan nelayan tradisional juga menurun,” ucap seorang nelayan Pantai Sidem bernama Sutrisno, Minggu (17/9/2017).

(Nyebrang Jalan Sendirian, Bocah 5 Tahun ini Terseret Motor 18 Meter, Endingnya Mengerikan)

Lanjut Sutrisno, tahun sebelumnya nelayan tradisional mengalami kondisi sangat mengenaskan. Sebab sepanjang tahun cuaca buruk, dengan ombak ekstrem sehingga tidak ada nelayan tradisional yang melaut.

“Perahu nelayan tradisional itu kecil, tidak mungkin menembus ombak menuju lokasi ikan,” keluhnya.

Namun kini cuaca sudah membaik, para nelayan tradisional kembali menangkap ikan. Namun hasil tangkapan ikan juga masih sangat terbatas.

(Usai Jalan-jalan di Car Free Day Surabaya, Bocah SD ini Luka Parah Dikepruk Gitar)

Salah satunya karena keberadaan keramba udang, yang mempersempit jangkauan nelayan tradisional.

Keramba tersebut semacam pembatas bagi wilayah tangkapan nelayan tradisional. Lokasinya sangat stretagis, karena berada di teluk dan menuju laut lepas.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help