TribunJatim/

Warga Trenggalek Kekurangan Air Bersih, Mobil Patroli Polisi Dimodifikasi Jadi Tandon Air

Di Kabupaten Trenggalek, polisi terlibat penyaluran bantuan air bersih. Caranya pun cukup unik. Mereka mengubah mobil patroli menjadi kendaraan penyup

Warga Trenggalek Kekurangan Air Bersih, Mobil Patroli Polisi Dimodifikasi Jadi Tandon Air
Surya/David Yohanes
Sejumlah warga Pandean, Kecamatan Dongko antre untuk mendapatkan air bersih dari mobil patroli polisi, yang sudah dimodifikasi dengan tandon air. 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Di Kabupaten Trenggalek, polisi terlibat penyaluran bantuan air bersih. Caranya pun cukup unik. Mereka mengubah mobil patroli menjadi kendaraan penyuplai air.

Bak mobil patroli dipreteli dan dilepas atap serta kursi belakangnya. Kursi tersebut kemudian diganti dengan tandon air berkapasitas 1.800 liter. “Namanya mobil patroli gentong,” ucap Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, Selasa (19/9/2017).

Gentong adalah tempat penampungan air dari tanah, yang biasa digunakan masyarakat Jawa. Secara simbolis, Donny dan pengurus Bhayangkari memulai kegiatan patroli air bersih ini di Polsek Dongko.

Menurut Donny, terobosan mobil patroli ini untuk menjawab keluhan warga yang kesulitan air bersih.

“Ini bentuk kepedulian kami, karena kondisi warga yang menderita karena krisi air bersih, sebagai dampak kekeringan musim kemarau ini,” tambah Donny.

Untuk sementara baru satu mobil patroli yang dimodifikasi menjadi mobil gentong. Kerja mobil patroli air ini lebih efektif, karena selama ini polisi tahu kondisi warga lewat laporan Babinkamtibmas. Mobil langsung menuju titik yang dianggap paling membutuhkan air.

Dalam satu hari, patroli genton bisa menyuplai air dua hingga tiga kali. Sekali mengirim, air disuplai di beberapa titik sekaligus. Sejauh ini pengiriman masih fokus di Desa Pandean, Kecamatan Dongko.

“Nanti diagendakan juga ke desa-desa lain yang juga mengalami kekeriangan,” tambah Donny.

Warga pun antusias menyambut patroli gentong. Mereka tidak lagi mengandalkan sumber air bersih yang kian terbatas alirannya. Warga rela antre lebih dari satu jam, untuk mendapatkan air bersih.

“Kalau mandi warga bisa dilakukan di sungai. Tapi untuk minum dan memasak, harus dengan air bersih. Jadi air yang didapat hanya untuk dikonsumsi,” ucap seorang warga Pandean, Sulaiman.


Di Kabupaten Trenggalek ada 75 desa yang menjadi langganan krisis air bersih. Namun sejauh ini baru tiga desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD. Masing-masing Desa Mlinjon dan Suruh di Kecamatan Suruh, serta Desa Jatiprahu di Kecamatan Karangan. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help