TribunJatim/
Home »

Jatim

Kepala Dinas Peternakan Jatim Nonaktif, Mengaku Patungan Dengan Para Kabidnya Bayar 'Iuran' ke DPRD

Sidang lanjutan kasus dugaan suap di lingkungan DPRD Jawa Timur kembali digelar. Kali ini, kepala Dinas Peternakan Jawa Timur...

Kepala Dinas Peternakan Jatim Nonaktif, Mengaku Patungan Dengan Para Kabidnya Bayar 'Iuran' ke DPRD
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur nonaktif, Rohayati, 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Sidang lanjutan kasus dugaan suap di lingkungan DPRD Jawa Timur kembali digelar.

Kali ini, kepala Dinas Peternakan Jawa Timur nonaktif, Rohayati menjalani sidang, yang beragendakan pemeriksaan terdakwa.

Sidang ini digelar di ruang sidang Candra Pengadilan Tipikor di Sidoarjo pada Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (2/10/2017).

Usai persidangan, Jaksa Penuntut KPK, Atty Novyanty mengatakan bahwa terdakwa konsisten dan menjawab sesuai BAP (Berita Acara Perkara).

(165 Kios di Pasar Banaran Terbakar, Bupati Nganjuk Siapkan Relokasi Untuk Pedagang)

"Terdakwa kooperatif selama persidangan, dan itu bisa menjadi pertimbangan kami nanti dalam Tuntutan," ujar Atty Novyanty, Senin (2/10/2017).

Atty menjelaskan, sesuai keterangan saksi, terdakwa di triwulan pertama membayar kepada komisi B DPRD Jawa Timur sebesar Rp 75 juta.

"Totalnya ia membayar Rp 75 juta, uang itu ia dapatkan dari iuran para kabid dinas Peternakan, dari Rp 75 juta, 20 juta diantaranya adalah uang terdakwa pribadi," tukas Atty Novyanty.

Sebelumnya KPK menetapkan enam tersangka setelah melakukan operasi tangkap tangan di Jawa Timur.

Mereka adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Bambang Heriyanto; Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Rohayati; Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Moch Basuki; serta dua staf di DPRD Jatim, Rahman Agung dan Santoso.

Kemudian, tersangka lainnya adalah ajudan Kepala Dinas Pertanian, Anang Basuki Rahmat.

Mereka ditangkap terkait dugaan suap di lingkungan DPRD Jawa Timur, terkait iuran triwulanan, untuk memuluskan evaluasi.

(PDIP Jombang Sowan ke Ponpes Tebuireng, Gus Solah Wejangi Soal ini)

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help