TribunJatim/

Bentrok Suporter Vs Pendekar PSHT

Bentrok Bonek vs PSHT, Kapolda Jatim: Jangan Sampai Jadi Penghambat Dunia Sepak Bola Indonesia

Terjadi bentrok Bonek dan PSHT, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin berharap kejadian tersebut tak menghambat kemajuan dunia sepak bola Indonesia.

Bentrok Bonek vs PSHT, Kapolda Jatim: Jangan Sampai Jadi Penghambat Dunia Sepak Bola Indonesia
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin saat di Hotel Wyndham Surabaya pada Kamis (14/9/2017) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terjadi bentrok massa Bonek dan anggota PSHT di Jalan Balongsari Tandes, usai pada sekitar pukul 23.30, Sabtu (30/9/2017) malam lalu.

Bentrokan tersebut terjadi usai pertandingan Liga 2 antara Persebaya kontra Persigo Semeru FC.

Menanggapi kejadian itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan pihaknya telah melakukan upaya konsolidasi.

( VIDEO: Pasca Bentrokan Bonek Vs PSHT, Massa Kepung Kantor Polisi, Netizen Malah Heboh Sendiri )

"Sudah melakukan upaya konsolidasi, melakukan pertemuan-pertemuan. Sudah dikondisikan juga supaya tidak merembet jauh dan merugikan banyak pihak. Jangan sampai (kasus ini) ditumpangi orang lah," terang Machfud usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke-72, Kamis (5/10/2017).

Ia mengimbuhkan kala itu kedua belah pihak bentrok hanya karena berselisih paham.

Kendati demikian, ia berharap Bonek dan PSHT dapat berdamai tanpa ada kejadian serupa lagi.

"Nanti kita akan melakukan pertemuan dengan pimpinannya, baik dari Bonek atau yang punya Persebaya. Kita komunikasikan dan lihat perkembangannya seperti apa," sambungnya.

( Sempat Terjadi Bentrok antara Bonek dengan Pendekar Silat di Surabaya, Begini Kata Kapolda Jatim )

Selain itu, Machfud juga juga berharap kejadian tersebut tak menghambat kemajuan dunia persepakbolaan di Indonesia.

"Karena kita kan lagi hangat-hangatnya untuk membangun persepakbolaan di Indonesia, jangan sampai lah terhambat hanya karena hal yang tidak kesengajaan saja," ungkapnya.

Machfud mengatakan para pelaku yang menyerang dua orang dari perguruan PSHT hingga meninggal dunia itu telah ditangkap Polrestabes Surabaya.

"Untuk pelakunya sudah diproses di Polrestabes Surabaya, nanti kita tunggu saja hasilnya," tutur Machfud.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Agustina Widyastuti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help