Bentrok Suporter VS Pendekar PSHT

Pengurus IPSI Damaikan PSHT dan Bonek Gresik Agar Tidak Saling Balas Dendam

“Pertemuan ini untuk menciptakan situasi Gresik aman. Kejadian di luar Gresik kita persatukan dengan perdamaian,” kata Kasdim

Pengurus IPSI Damaikan PSHT dan Bonek Gresik Agar Tidak Saling Balas Dendam
Surya/sugiyono
DAMAI – Pengurus IPSI Kabupaten Gresik dan pengurus PSHT dan Bonek Kabupaten Gresik berdamai tidak akan dendam atas kejadian di Surabaya dan Jember, Minggu (8/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Komando distrik militer (Kodim) 0817 Gresik mengumpulkan anggota pencak silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) dan suporter Persebaya bonek untuk membuat kesepakatan damai. Sehingga tercipta kebersamaan di kabupaten Gresik.

Perdamaian itu dipimpin Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf. Sampak di Makodim Gresik Jl RA Kartini. Masing-masing pengurus dari PSHT dan suporter Persebaya bonek hadir dan menandatangani surat pernyataan perdamaian.

Hadir juga dalam acara itu ketua harian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Gresik Kapten Inf. Kusmadi selaku Pasi Intel Kodim 0817 Gresik. Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan aman.

“Pertemuan ini untuk menciptakan situasi Gresik aman. Kejadian di luar Gresik kita persatukan dengan perdamaian,” kata Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf. Sampak, Minggu (8/10/2017).

Dalam kesempatan itu, ketua PSHT Kabupaten Gresik Murdiono (54), dan Deny Vermansyah (28) sepakat menandatangani surat pernyataan perdamaian. Dalam surat itu intinya bertuliskan tentang kesepakatan perdamaian.


'Dengan ini kami sepakat menyatakan tidak saling dendam dengan adanya perselisihan PSHT dengan bonek di Surabaya dan Jember. Kami bersedia menciptakan perdamaian dan kerukunan di Kabupaten Gresik'.

“Kita menciptakan kerukunan di Gresik agar tercipta kebersamaan dalam membangun kota yang dicintai,” imbuhnya. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved