Jelang Akhir Tahun, 791.843 Jiwa Sudah Rekam Data E-KTP di Pemkab Probolinggo

Menurut Slamet, wajib KTP El yang belum melakukan perekaman data ini orangnya belum tentu ada dan banyak berbagai kemungkinan

Jelang Akhir Tahun, 791.843 Jiwa Sudah Rekam Data E-KTP di Pemkab Probolinggo
Surya/Galih Lintartika
Warga sedang melakukan rekam e-ktp 

 TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Hingga awal Oktober 2017, target jumlah wajib E-KTP di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur sebanyak 1.101.013 jiwa sudah mendekati sempurna.

Dari data yang ada, hingga saat ini, sudah 830.673 jiwa atau 75,45% dari total jumlah penduduk yang sudah melakukan perekaman E-KTP. Wajib KTP El ini terdiri dari laki-laki 404.931 jiwa dan perempuan 425.742 jiwa.

“Dari total wajib KTP El sebanyak 830.673 jiwa, yang sudah melakukan perekaman data mencapai 791.843 jiwa atau 95,33% dan yang belum melakukan perekaman data sebanyak 38.830 jiwa atau 4,67%,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi.

Menurut Slamet, wajib KTP El yang belum melakukan perekaman data ini orangnya belum tentu ada dan banyak berbagai kemungkinan.

“Bisa jadi yang bersangkutan sudah meninggal dunia tetapi keluarganya tidak laporan, tidak mengurus administrasi kependudukan selama 3 hingga 5 tahun, sedang berada di luar negeri dan berada di luar daerah dan tidak kembali ke Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Dari beberapa kemungkinan tersebut jelas Slamet, pihaknya masih melakukan kroscek dengan menyerahkan Compact Disk (CD) data penduduk ke masing-masing desa dan kelurahan untuk dilakukan pencocokan data sesuai dengan kenyataan penduduk yang ada di wilayahnya.

“Nantinya jika ada data penduduk yang sudah meninggal dunia atau pindah dan datang, maka hendaknya dilakukan penghapusan data sehingga bisa diperoleh data yang akurat dan valid di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.

Dalam rangka memaksimalkan pelayanan ini, kataSlamet, pihaknya akanbersinergi dengan Camat dan para Kasi Pemerintahan di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo untuk melakukan perekaman data secara offline.

Nantinya hasil dari pekamanan data offline ini dikirim ke Dispenduk Capil untuk di entry secara online.
“Kami juga membuka pelayanan Sabtu dan Minggu yang dikhususkan untuk memproses perekaman data secara offline dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Namun, proses pelayanan ini diprioritaskan untuk para wajib E-KTP pemula. Dengan kata lain, yang belum pernah memiliki E-KTP.

Sehingga, masyarakat yang sudah memiliki E-KTP sebelumnya, namun hilang atau rusak, sementara datanya dikunci terlebih dahulu.

“Untuk yang sudah memiliki E-KTP kan berlaku seumur hidup meskipun disitu tercantum tahun masa berlakunya. Akan tetapi KTP El itu sah sampai kapanpun selama tidak rusak dan tidak ada perubahan data di dalamnya. Oleh karenanya sementara pelayanan Sabtu dan Minggu ini kami fokus kepada para pemula terlebih dahulu,” tambahnya.



Slamet mengharapkan agar masyarakat yang sudah tercover perekaman mulai tahun 2016 lalu bisa segera dicetak E-KTP El.

“Alhamdulillah, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan sudah sangat tinggi. Buktinya setiap hari pelayanan selalu bludak. Rata-rata bisa 300 sampai 500 orang per harinya. Masyarakat jangan khawatir, selama syaratnya lengkap dan tidak ada gangguan server proses pencetakannya bisa langsung dilakukan,” pungkasnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help