Menengok Bisnis Batik Rengganis Khas Probolinggo

Bahkan, semisal bisa diibaratkan, para perajin ini seperti anak yang kini mulai tumbuh dewasa dan mampu berdiri di kaki sendiri.

Menengok Bisnis Batik Rengganis Khas Probolinggo
Surya/Galih Lintartika
Inilah sentra Batik Dewi Rengganis Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan merupakan salah satu dari tiga pioner perajin batik tulis di Kabupaten Probolinggo. 

 TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Batik Dewi Rengganis Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan merupakan salah satu dari tiga pioner perajin batik tulis di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Hasil batiknya dari segi kualitas dan kuantitas memang tidak perlu diragukan lagi.

Bahkan, konsistensi dan eksistensinya dalam menginspirasi sesama insan batik di Kabupaten Probolinggo dalam berkarya itu masih terjaga hingga saat ini.

Salah satu contoh karyanya yang inspiratif adalah batik tulis dengan motif Wijaya Kusuma. Saat ini, motif itu menjadi buah bibir alias diperbincangkan masyarakat.

Wajar saja, batik dengan narasi yang cukup sakral itu menjadi bahan utama busana anggun yang dikenakan sosok Putri Indonesia 2016 Kezia Warouw saat menghadiri Semarak Kemilau Batik Kabupaten Probolinggo 2017 beberapa waktu lalu.

Hal itu tentunya menjadi sebuah bukti bagaimana fenomenalnya batik ini. Selain itu,hal ini membuka lebih luas pandangan publik terhadap khasanah seni batik yang saat ini dimiliki oleh Kabupaten Probolinggo. Inilah yang terus dilakukan para perajin batik ini.

Mereka percaya bahwa sebuah karya seni batik yang apik akan dihargai sebagaimana mestinya oleh penggunanya.

Saat ini, bisnis batik rengganis sudah menggeliat. Bahkan, para perajin batik ini mendapatkan support penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Empat tahun, Pemkab Probolinggo membangun sinergitas bersama stakeholder demi menciptakan iklim usaha yang lebih baik bagi belasan perajin batik di sini.

Bahkan, semisal bisa diibaratkan, para perajin ini seperti anak yang kini mulai tumbuh dewasa dan mampu berdiri di kaki sendiri.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved