TribunJatim/

STOP Berita HOAX! Begini Kata Presiden Joko Widodo, “Kebebasan Pers, Jangan Sampai Disalahgunakan”

Namun, kebebasan tersebut jangan sampai melampaui batas yang sudah ditentukan.

STOP Berita HOAX! Begini Kata Presiden Joko Widodo, “Kebebasan Pers, Jangan Sampai Disalahgunakan”
TRIBUNJATIM.COM/ADENG SEPTI IRAWAN
Presiden Joko Widodo saat mengisi acara Diskusi Transformasi Media di Era Digital di Graha Pena, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (8/10/2017) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Adeng Septi Irawan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kebebasan dalam berpendapat di muka umum memang ada payung hukumnya. Namun, kebebasan tersebut jangan sampai melampaui batas yang sudah ditentukan.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengisi acara Diskusi Transformasi Media di Era Digital di Graha Pena, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (8/10/2017) malam.

"Sekarang kan era kebebasan pers, jangan sampai disalahgunakan," kata Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi Sebut Media Online Berkembang Pesat Saat Era Digital, Ini Alasannya )

Harusnya, kata dia, kebebasan dalam menggunakan media harus tetap sesuai dengan koridor, artinya tidak sampai terlewat batas.

Dia menambahkan saat ini merupakan era digital, dimana media sosial kian menjamur, khususnya berita online yang seringkali bermunculan.

Tak jarang dari berita online tersebut muncul isu yang terkadang belum tentu benar alias hoax.

( Mau Tau Makan Siang Jokowi di Sumenep? Catat Lokasinya )

"Nah itu bahaya kalau ada berita hoax di jaringan media sosial digital, apalagi situs berita online semakin banyak sekarang," ucap mantan Wali Kota Solo tersebut.

Dia menginginkan agar masyarakat mampu menyaring semua berita di media yang dibaca baik, online maupun offline

"Jika memang terindikasi ada hoax, ya harus dihindari, agar tak terpengaruh," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Inilah Agenda Presiden Jokowi Selama di Sumenep Madura )

Sebagai Presiden, dia menginginkan agar semua pihak di seluruh elemen masyarakat bisa saling bersinergi menangkal berita hoax.

Penulis: Adeng Septi Irawan
Editor: Edwin Fajerial
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help