TribunJatim/

Buah Apel Menurun, Produksi Keripik Apel di Kota Batu Ikut Lemas

Ia tidak bisa memproduksi keripik apel ini karena bahan baku apel yang ia butuhkan untuk produksi apel dalam sehari tidak cukup.

Buah Apel Menurun, Produksi Keripik Apel di Kota Batu Ikut Lemas
Surya/Sany Putri Eka
Tempat produksi keripik apel di Tulungrejo, Kota Batu. Tahun ini, produksi keripik apel menurun karena bahan baku apel yang menurun juga. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Produksi keripik apel di Kota Batu melemas. Hal itu dirasakan oleh beberapa pemilik produksi keripik apel di Kota Batu, Malang selama lima bulan terakhir ini.

Lemasnya produksi keripik apel ini dikarenakan bahan baku berupa buah apel di Kota Batu mengalami pengurangan hasil panen. Seperti yang diungkapkan oleh Lilik Sumarlik.

Ia yang sudah menjalani usaha keripik apel sejak tahun 2013 ini baru tahun ini merasakan kerugian dalam hasil produksinya.

"Sudah hampir lima bulan ini mandek. Karena bahan bakunya yang sulit. Kata petani apelnya buahnya tidak musim karena cuaca," kata Lilik kepada suryamalang.com, Selasa (10/10/2017).

Ia tidak bisa memproduksi keripik apel ini karena bahan baku apel yang ia butuhkan untuk produksi apel dalam sehari tidak cukup.

Dikatakannya, ia membutuhkan paling tidak minal 8 kuintal apel dalam sehari. Dengan rincian, setiap 7 kilogram apel menghasilkan 1 kilogram keripik apel.

Tak hanya berhenti produksi saja, pasaran keripik apel pun ikutan lesu. Lilik mengungkapkan, pengunjung maupun masyarakat sekitar rasa penasaran dengan keripik apel ini sudah tidak seheboh awal-awal.

"Di pasaran juga tidak sebegitu laris seperti sebelumnya. Karena mungkin sudah tidak penasaran lagi," imbuh ibu dua anak ini.

Akibatnya, karena produksinya berkurang, imbasnya ke pendapatan serta ke pekerjanya. Bagi dia, ia membuka usaha keripik apel ini untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Karena usahanya ini berhenti, maka banyak pekerjanya yang nganggur, dan ada yang beralih kepekerjaan lain.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help