TribunJatim/

Pelari Kenya Torehkan Waktu Terbaik Diajang KVRR di Gunung Kelud Kediri

Dua pelari asal Kenya, Afrika Timur ini begitu dominan memimpin jalannya perlombaan ini. Mereka berada diposisi paling depan.

Pelari Kenya Torehkan Waktu Terbaik Diajang KVRR  di Gunung Kelud Kediri
Surya/Mohammad Romadoni
Samson Karega Kamau (kaos oranye) dan Zaffry Ghadaffy (26) berada diposisi paling depan. Dua pelari asal Kenya itu menjadi yang tercepat di kegiatan Kelud Vulcano Road Run (KVRR). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Susul menyusul antara dua pelari Samson Karega Kamau (27) dengan Zaffry Ghadaffy (26) berlangsung sengit di lintasan track lari acara Kelud Vulcano Road Run (KVRR), Minggu (8/1/2017).

Dua pelari asal Kenya, Afrika Timur ini begitu dominan memimpin jalannya perlombaan ini. Mereka berada diposisi paling depan.

Track menanjak pada awal start hingga finish sejauh 10 kilometer itu mampu dituntaskan Kamau sapaan akrab Samson Karega Kamau berhasil finish di urutan pertama. Ia kembali menjadi juara I dan menorehkan waktu 43 menit 42 detik.

Terpaut sekitar satu menit dari pelari kedua Zaffry Ghadaffy yang mencatatkan waktu 44 menit 17 detik. Disusul oleh pelari ketiga Hadi Firmansyah warga Singosari, Kabupaten Malang (31) menorehkan waktu 48 menit 18 detik.

Sedangkan, posisi juara pertama ditempati oleh pelari wanita Ambar Winarsih (22) Warga Perumahan Dlikosari, Desa Blotongan, Salatiga Jawa Tengah yang mampu mencatatkan waktu tercepat yakni 59 menit 56 detik.

Sedangkan pada urutan kedua peserta dengan nomor dada 2453 atas nama Sharfina Sheila Rosada (19) warga Perumahan Sehati C 10, Salatiga dengan torehan waktu 01 jam 02 menit 31 detik.

Baca: Sensasi Menerjang Lintasan Ekstrim di Alam Bebas Gunung Kelud

Disisi lain, ratusan peserta KVRR mulai berdatangan menuju garis finish. Meski tampak kelelahan ekspresi wajah mereka terlihat sumingrah karena mampu melibas tantangan track terjal alami di Gunung Kelud pada event KVRR ini.

Plt.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Adi Suwignyo menjelaskan yang membedakan KVRR dengan kegiatan lain adalah pihaknya menonjolkan pesona pemandangan khas Gunung Kelud yang dijadikan ikon pada acara KVRR ini.

Menurut Suwigno, pemandangan Kelud itu memang tiada tara, bahkan telah diakui oleh dunia. Peserta KVRR dapat menikmati paronama ketika menyusuri track alami yang sungguh dapat memanjakan mata itu.

"Ciri khas Kelud ini adalah keindahannya, kawahnya juga sangat mempesona. Ditambah suasana di area objek wisata Gunung Kelud yang begitu asri membuatnya berbeda dengan wisata lainnya," tutur Suwigno. (Surya/Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help