TribunJatim/

Satpol PP Kediri Razia Gelandangan dan Pengemis, Lalu Dikirim ke Dinsos

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, gepeng dan penderita jiwa kemudian diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Kota Kediri, Selasa (10/10/2017).

Satpol PP Kediri Razia Gelandangan dan Pengemis, Lalu Dikirim ke Dinsos
Surya/Didik Mashudi
Gelandangan dan pengemis yang terjaring razia Satpol PP diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Kota Kediri, Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kota Kediri masih menjadi sasaran para gelandangan dan pengemis (gepeng) dan penderita jiwa. Banyaknya gepeng dan penderita jiwa ini terlihat dari hasil razia Satpol PP Kota Kediri yang menemukan 21 sasaran.

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, gepeng dan penderita jiwa kemudian diserahkan ke Kantor Dinas Sosial Kota Kediri, Selasa (10/10/2017).

Banyaknya sasaran yang terjaring razia setelah Satpol PP melakukan razia pada Senin (9/10/2017) malam. Karena pagi sering dirazia, gelandangan dan pengemis biasa beroperasi pada malam hari.

Dalam 24 jam operasi ditemukan 21 gepeng dan penderita jiwa. Namun 7 orang di antaranya yang masih memiliki keluarga, diantarkan pulang dan dijemput keluarganya.

Sehingga yang diserahkan ke Kantor Dinsos hanya 21 gepeng dan penderita jiwa. Para gepeng ini diangkut truk satpol setelah sebelumnya menginap semalam di Kantor Satpol PP Kota Kediri.

Nur Khamid, Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri menyebutkan, dari hasil pendataan, gepeng yang terjaring razia ada yang berasal dari Kota Kediri dan luar kota.

"Kami berharap gepeng yang terjaring razia mendapatkan pembinaan petugas dinsos. Sedangkan penderita jiwa dibawa ke rumah sakit jiwa," ungkapnya.

Diharapkan gepeng yang terjaring razia tidak mengulangi lagi meminta-minta di Kota Kediri. Karena diantara gepeng yang dibawa petugas ada yang pernah terjaring razia.

Beberapa gepeng bukan warga Kota Kediri, tapi kos di wilayah Kota Kediri. Seperti Sriatun (60) warga asal Blitar yang tinggal di Kelurahan Ngadisimo. Nyoto (56) warga Sidoarjo, Sumiati warga Madiun dan Ahmad warga Lamongan.

Sementara Supiyah, salah satu gepeng mengaku meminta-minta karena sudah tidak mampu bekerja lagi. Dia pasrah saat petugas membawanya ke kantor dinsos. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help