TribunJatim/

Satgas Antimafia Tanah Datangi Pihak Yang Terlibat Kasus Tanah di Kediri

Keduanya, menceritakan secara gamblang tentang alur kronologi kasus tanah yang membelit Keluarganya itu.

Satgas Antimafia Tanah Datangi Pihak Yang Terlibat Kasus Tanah di Kediri
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Sumiati (70) terlihat murung saat dimintai keterangan oleh Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim, Sabtu (23/9/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim dalam pekan ini akan mulai menelusuri berbagai pihak yang terlibat kasus adanya indikasi permainan mafia tanah dengan tergugat keluarga Sumiati (70) warga Ngablak,Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Kasubdit II Harda Bangtah (harta benda dan bangunan tanah) Ditreskrimum Polda Jatim,
AKBP Yudhistira Midyahwan mengatakan dalam tempo dekat ia bersama anggotanya akan mendatangi seluruh pihak yang terlibat guna mengorek informasi terkait kronologi kasus ini.

"Untuk perkembangan penyelidikan kasus tanah Sumiati rencananya minggu ini kami akan mengkonfirmasi para pihak yang bersangkutan," tutur AKBP Yudhistira Midyahwan kepada SURYA, Rabu (11/10/2017).

Sebelumnya, Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim telah rampung melakukan gelar kasus tanah milik Sumiati secara tertutup. Setelah gelar internal itu laporan itu akan disampaikan ke direktur Ditreskrimum Polda Jatim.

Yudhistira menjelaskan pihaknya telah mengagendakan untuk mendatangi satu-persatu berbagai pihak yang bersangkutan dalam kasus tanah milik Nenek Sumiati. Sesuai rencana pihaknya akan mengkonfirmasi berbagai pihak di dua lokasi yang berbeda.

"Ada yang di Kediri ada juga di Surabaya," jelas Yudhistira.

Sayangnya, Yudhistira sekaligus pimpinan Tim Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim ini enggan menjelaskan secara struktural terkait konfirmasi ke berbagai pihak itu.

Untuk diketahui, kasus tanah ini menjadi atensi Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin yang memerintahkan Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim kasus tanah di Kediri, usai melihat Informasi dari media sosial terkait Sumiati yang digugat oleh anaknya sendiri gara-gara persoalan tanah warisan.

Keberadaan indikasi adanya mafia mulai tercium ketika tim Satgas Antimafia Tanah Polda Jatim mengklarifikasi terhadap tergugat Sumiati bersama anaknya Enik Murtini.

Keduanya, menceritakan secara gamblang tentang alur kronologi kasus tanah yang membelit Keluarganya itu.

Berdasarkan pemeriksaan seluruh dokumen sertifikat tanah warisan hingga kronologi eksekusi ditemukan sejumlah kejanggalan. Bahkan, pihaknya menyimpulkan ada banyak oknum yang terlibat dikasus ini hingga indikasi adanya permainan mafia tanah. (Suryan/ Mohammad Romadoni)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help