TribunJatim/

Aktivitas Pengerukan Pasir di Rolak 70 Kediri Kembali Bergeliat

Pasalnya, ada instasi khusus yang berwewenang untuk dapat menghentikan aktivitas penambagan itu.

Aktivitas Pengerukan Pasir di Rolak 70 Kediri Kembali Bergeliat
Surya/Mohammad Romadoni
Personel Polres Kediri saat pengamanan unjuk rasa di lokasi Rolak 70 Kabupaten Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Meski telah diprotes oleh sebagian warga aktivitas pengerukan pasir di galian C Rolak 70, Desa Juwet, Pare Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri hingga saat ini masih terus berlangsung.

Dari pantauan di lapangan sejumlah truk pengangkut material pasir terlihat lalu-lalang keluar-masuk ke lokasi galian C itu.

Namun truk pengangkut pasir yang masuk jauh lebih sedikit jika dibandingkan sebelum adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan warga setempat yang menolak adanya aktivitas penggerukan pasir yang berpotensi merusak lingkungan disekitarnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak terkait masih berlangsungnya pengerukkan pasir di tempat itu. Pasalnya, ada instasi khusus yang berwewenang untuk dapat menghentikan aktivitas penambagan itu.

Kapolsek Kunjang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sulistyo mengatakan pihaknya hanya sebatas melakukan pengamanan apabila terjadi gejolak warga dengan pengelola galian C.

"Memang saat ini aktivitas di Rolak 70 masih berlangsung. Tapi kita tidak bisa melarangnya, karena kami hanya sebatas melakukan pengamanan saja," ujar AKP Sulistyo dijumpai SURYA di kantornya, Kamis (12/10/2017).

Sulistyo menjelaskan pihaknya belum dapat memastikan kesimpulan setelah proses mediasi antara warga dan pihak pengelola galian C di Polres Kediri kemarin. Pasalnya, penanganan persoalan ini sepenuhnya berada di Polres Kediri.

"Kalau itu rananya di Polres Kediri. Kami disini tidak tahu, kan disana sudah ada bagian unit ahli yang menangani persoalan ini," ungkapnya.

Baca: Proyek Pengerukan Pasir di Rolak 70 Kunjang Kediri Protes Ratusan Warga, Masalahnya ini . . .

Sedangkan, Ketua Asosiasi Penambang Pasir Kediri, Agustianto mengatakan pihaknya meminta para pengelola galian C untuk transparan terkait perizinan. Disisi lain, pihaknya mendesak agar pengelola mematuhi aturan agar tidak berdampak merusak lingkungan di sekitar.

"Kami membawa aspirasi warga agar pihak pengelola memperhatikan prosedur perizinan pengerukan pasir. Agar tidak sampai berdampak pada kerusakan lingkungan," kata Agustianto.


Agustianto juga mendesak pengelola untuk sementara menghentikan aktivitasnya di Rolag 70 sebelum menjelaskan ke seluruh warga terkait perizinan yang diperolehanya itu. Sebab, pihaknya menekankan agar pihak pengelola dapat membedakan izin pengerukan pasir dengan dalih normalisasi aliran lahar itu.

"Kalau izinnya sudah jelas silahkan dilanjutkan," pungkasnya.(Surya/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help