TribunJatim/

Kebebasan Muis, Napi Teroris Disembunyikan

Muis sendiri, merupakan mantan anggota kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dijatuhi hukuman selama lima tahun

Kebebasan Muis, Napi Teroris Disembunyikan
SURYA/DIDIK MASHUDI
Situasi penangkapan terduga teroris di Kabupaten Kediri, Senin (13/3/2017) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Setelah mendapatkan remisi tiga bulan, Fadli bin Syarifudin bin Muis alias Muis narapidana terorisme akhirnya bisa menghirup udara bebas.

Belum juGa genap dua bulan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto, pria 28 tahun ini sudah dipulangkan ke Kabupaten Enrenkang, Sulawesi Selatan.

Muis sendiri, merupakan mantan anggota kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dijatuhi hukuman selama lima tahun penjara.

Namun ia dinyatakan bebas oleh Dirjen Pemasyarakatan setelah menjalani masa kurungan penjara kurang lebih 4 tahun 9 bulan sejak ditangkap Densus 88 Polri, Januari 2013 lalu.

Sayangnya, kebebasan Muis terkesan ditutupi dan disembunyikan. Pasalnya, petugas lapas langsung mengantar pelaku menuju Bandara Juanda, Surabaya dengan melewati pintu barat lapas.

Kebebasan Muis kali ini, tak lepas dari remisi khusus yang diberikan pihak lapas berdasarkan perilaku Muis selama menjalani masa hukuman.

"Dia dapat remisi 3 bulan. Jika berdasarkan vonis hakim, seharusnya dia baru bisa bebas pada Januari 2018 nanti. Hakim memberikan vonis sebesar 5 tahun penjara yang sudah dijalani sejak 2013," kata Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Muhammad Hanafi, Kamis (12/10/2017).


Sebelum berada di Lapas Kelas IIB Mojokerto, Muis lernah menjalani masa hukuma di Lapas Kelas II A Pamekasan. Setelah itu, Kanwil Kemenkumham Jatim kembali memindahkan Muis ke Lapas Kelas I A Porong, Sidoarjo. (Surya/Rorry Nurmawati)

Penulis: Rorry Nurmawati
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help