TribunJatim/

Pemilik Dermaga Perahu Wisata Mohon Tidak Digusur

"Kami mendirikan usaha ini dengan tujuan Kota Kediri menjadi indah, sungainya ada perahu wisatanya," ungkapnya.

Pemilik Dermaga Perahu Wisata Mohon Tidak Digusur
Surya/Didik Mashudi
Mustoro di atas perahu wisata dermaga Sungai Brantas Kota Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pengelola dermaga perahu wisata Sungai Brantas RM Moestoro berharap usaha yang dikelolanya tidak digusur. Investasi perahu wisata telah menghabiskan biaya ratusan juta.

"Kami mengawali perahu wisata dengan pengajuan izin sejak 15 Maret 2013. Izin kami ajukan kepada walikota dan pengelola Sungai Brantas," ungkap RM Moestoro kepada Surya, Kamis (12/10/2017).

RM Moestoro khawatir pembangunan ruang terbuka hijau dan ruang publik di bantaran Sungai Brantas telah membuat dirinya mendapatkan dua kali surat peringatan dari Pemkot Kediri.

"Kami diberi batas waktu 7 hari untuk membongkar bangunan," ungkapnya.

Sebelumnya RM Moestoro juga mendapatkan surat peringatan ketiga dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Malahan deadline pembongkaran diberi batas waktu tiga hari.

Menyusul kedua peringatan itu Moestoro kemudian mengirimkan surat perlindungan dan pengayoman kepada walikota. Tembusannya juga disampaikan pejabat Muspida Kota Kediri.

"Kami mendirikan usaha ini dengan tujuan Kota Kediri menjadi indah, sungainya ada perahu wisatanya," ungkapnya.

Terkait peringatan dari pengelola Sungai Brantas, Moestoro mengaku baru mendapat peringatan sekali. Namun peringatan yang tertulis sudah yang ketiga kalinya.

"Baru sekali kami dapat peringatan dari pengelola Sungai Brantas," tambahnya.

Moestoro berharap pihaknya mendapatkan solusi terkait usahanya mengelola perahu wisata.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help