TribunJatim/

Polsek Rungkut Berhasil Tangkap Seorang Pria yang Saat Edarkan Sabu dan Ganja Pakai “Sistem Ranjau”

Pria bernama Agus Bhakti bin Nur Rochman (29) terbukti membawa sejumlah narkotika jenis sabu dan ganja yang disimpan dalam ranselnya.

Polsek Rungkut Berhasil Tangkap Seorang Pria yang Saat Edarkan Sabu dan Ganja Pakai “Sistem Ranjau”
Ilustrasi Sabu 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pria bernama Agus Bhakti bin Nur Rochman (29) terbukti membawa sejumlah narkotika jenis sabu dan ganja yang disimpan dalam ranselnya.

Kanit Reskrim Polsek Rungkut, Akp Abdul Karim mengatakan bila ia tengah mengembangkan kasus dan jaringan yang melibatkan pria yang tinggal di Rungkut Tengah 1B, Surabaya.

Karim menjelaskan sejumlah barang haram yang dimiliki Agus diduga kuat didapatkan dari Lapas Porong Kelas I Surabaya.

"Ini sedang kami kembangkan, kami dalami juga siapa yang masuk di dalamnya," kata Akp Abdul Karim kepada TribunJatim.com, pada Kamis (12/10/2017).

Karim mengatakan, residivis asal Lapas Madiun itu, baru saja menghirup udara bebas dari tahanan pada bulan Agustus 2017 lalu.

Menurut Karim, saat proses penangkapan di Jalan Rungkut Tengah 1 Surabaya itu, tersangka sempat berkelit dan berusaha mengelabuhi petugas.

Ini karena, saat tertangkap Agus mengaku hanya sekedar pengguna saja.

Namun, polisi yang akan menangkapnya tak percaya, alasannya, sejumlah barang bukti narkoba jenis ganja dan sabu yang dibawanya tersebut membuat polisi semakin yakin bila Agus adalah pengedar.

"Tersangka ini cukup pintar ya, saat ditangkap dia sepertinya mengerti hukum, dia mengaku atau berdalih hanya memakai, bukan sebagai pengedar, karena dia tahu kalau pengedar hukumannya lebih berat," tutur Karim.

Padahal, kata Karim, sistem peredaran barang haram itu menggunakan sistem ranjau.

Sistem ranjau yang dimaksud Karim mengacu pada cara pengedarannya, yaitu antara penjual dan pembeli tidak bertemu secara langsung.

Narkoba diletakkan begitu saja di suatu tempat yang disepakati, sedangkan uangnya diserahkan dengan cara transfer.

"Dia memakai sistem ranjau dan dalam proses pengembangan," pengakuan residivis lapas Madiun pada penyidik.

Kini, kasus itu tengah dikembangkan untuk mencari tahu apakah ada tersangka, barang bukti, hingga sistem peredaran lainnya.

Penulis: pradhitya fauzi
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help