TribunJatim/

Seorang Wanita Panggil Suaminya di Rumah, Tapi Saat Buka Kamar, Dia Kaget Temukan Hal Mengerikan Ini

Martiah sedang memanggil suaminya namun tidak kunjung dijawab, lalu dicarinya di seluruh ruangan rumah.

Seorang Wanita Panggil Suaminya di Rumah, Tapi Saat Buka Kamar, Dia Kaget Temukan Hal Mengerikan Ini
Gantung diri 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sundah Bagus Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di lantai dua rumahnya, Jalan Banyu Urip Kidul Gang X-D Nomor 50, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Kamis (12/10/2017) siang.

Adapun identitas pria tersebut adalah Artiman (68), seorang pensiunan sopir bus Damri.

Kejadian tersebut dibenarkan Kanit Reskrim Polsek Sawahan, AKP Haryoko Widhi saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Kamis (12/10/2017).

"Ya, memang benar telah terjadi tindakan bunuh diri dengan cara gantung diri. Ini dikatakan pelapor dan juga istri korban," ucap Widhi.

Kejadian ini diketahui oleh Martiah (58), istri korban yang pulang dari bekerja sebagai pedagang toko kelontong di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya pada Kamis (12/10/2017) sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat itu, Martiah sedang memanggil suaminya namun tidak kunjung dijawab, lalu dicarinya di seluruh ruangan rumah.

Alangkah terkejutnya Martiah saat membuka pintu kamar yang ada di lantai dua, dirinya melihat langsung sang suami telah tewas dengan keadaan menggantung.

Segera, sang istri menangis tersedu-sedu dan menyempatkan memotong tali yang melilit leher suaminya menggunakan pisau.

Selanjutnya, dengan keadaan masih syok, Martiah langsung menuju rumah Merry Suryanto Putro (31), menantunya untuk melaporkan ke pihak berwajib.

Tidak lama, petugas kepolisian dari Polsek Sawahan dan tim inafis dari Polrestabes Surabaya tiba di lokasi guna olah TKP.

"Kalau dari keterangan istri korban, korban akhir-akhir ini mengaku tidak bisa tidur dan mengalami sakit di bagian perutnya, sudah dibawa ke dokter tapi tidak kunjung sembuh," lanjut Widhi.

Ia menambahkan, kemungkinan korban mengakhiri hidupnya gara-gara penyakit yang dideritanya tersebut.

Setelah olah TKP, pihak kepolisian dari tim inafis Polrestabes Surabaya mengevakuasi jasad korban menuju ruang jenazah Rumah Sakit Dr. Soetomo untuk dilakukan proses otopsi.

"Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, jadi dapat dipastikan kalau korban murni mengakhiri hidupnya dengan gantung diri," pungkasnya.

Penulis: Sundah Bagus Wicaksono
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help