TribunJatim/

Destinasi Agro Wisata Baru di Lereng Gunung Ijen Banyuwangi

Di ketinggian 1.200 mdpl itu terdapat rumah adat Suku Using, lengkap dengan fasilitas bangku kayu.

Destinasi Agro Wisata Baru di Lereng Gunung Ijen Banyuwangi
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama istri, berfoto bersama di Cluster Ijen 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Banyuwangi membuat destinasi agro wisata baru yang terletak lereng Gunung Ijen. Dari tempat ini bisa melihat Banyuwangi dari ketinggian.

Agro wisata itu adalah Cluster Ijen, yang terletak di Dusun Bawonan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, jalan yang mengarah ke Gunung Ijen.

Masyarakat setempat mengenal kawasan ini adalah tawonan, karena terdapat penakaran lebah madu.

Cluster Ijen terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari ketinggian itu, bisa melihat Banyuwangi, termasuk hamparan hijau kaki Gunung Ijen.

Di ketinggian 1.200 mdpl itu terdapat rumah adat Suku Using, lengkap dengan fasilitas bangku kayu.

"Tempat ini nyaman, bikin betah berlama-lama di sini. Suasananya sejuk, meskipun siang tapi anginnya dingin," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang mengunjungi Cluster Ijen bersama istri, Ipukdani Azwar Anas Jumat (13/10/2017).

Di tempat itu Anas menikmati sate kelinci, aneka buah lokal, dan STMJ.
Anas bersama istri juga menyempatkan diri untuk foto berdua dengan latar belakang pemandangan Kota Banyuwangi.

Menurut Abdullah Azwar Anas, Ijen yang merupakan sebagai destinasi favorit di Banyuwangi kini bertambah daya tariknya bila lahan di lereng Ijen setelah dimanfaatkan . Selain sayuran, rencananya Pemkab juga akan mengembangkan taman bunga di sana.

“Wisatawan yang turun Ijen, bisa menikmati suasanalahan sayuran di sana. Mereka bisa melihat lebih dekat beragam tanaman di sini. Setelah lihat sayuran, turun dikit mereka akan ketemu kebun kopi,” ujar Abdullah Azwar Anas.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Arief Setiawan mengatakan, tempat ini menjadi kawasan
konservasi tanaman dan holtikulura.

"Tempat ini kami jadikan konservasi pengembangan bibit tanaman dan holtikultura. Sehingga petani juga tambah wawasannya terkait pembibitan," kata Arief.


Ke depannya, selaian tanaman sayuran yang ditanam saat ini, dinas pertanian bersama petani akan mengembangkan berbagai jenis buah-buahan khas dataran tinggi, seperti strawberry dan jeruk manis. Begitu juga beberapa jenis bunga-bungaan.

"Tempat ini bisa menjadi taman rekreasi keluarga, dan edukasi bagi anak-anak," tambah Arief. (Surya/Haorrahman)

Penulis: Haorrahman
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help