TribunJatim/

Ini Tanggapan Kades Ngebrak Kediri Terkait Bantuan Dana Operasional dari PT Merak Jaya Beton

Kepala Desa Ngebrak, Saeroji mengatakan sebagai perangkat desa tidak mengetahui secara pasti tentang terbentuknya peguyuban itu.

Ini Tanggapan Kades Ngebrak Kediri Terkait Bantuan Dana Operasional dari PT Merak Jaya Beton
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Sejumlah warga terdampak debu semen PT Merak Jaya Beton sedang bertemu dengan Kepala Desa Ngebrak, Saeroji di balai desa setempat, Senin (22/5/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pihak perangkat Desa Ngebrak tak mempermasalahkan terkait kesepakatan perwakilan warga dari paguyuban Insan Cendikia yang mendapat sokongan dana operasional lingkungan dari PT Merak Jaya Beton sebesar Rp 6.000.000 setiap bulannya.

Kepala Desa Ngebrak, Saeroji mengatakan sebagai perangkat desa tidak mengetahui secara pasti tentang terbentuknya peguyuban itu.

Meski perangkat desa setempat tidak ikut dilibatkan dalam peguyuban yang beranggotakan 25 orang itu pihaknya tidak keberatan jika dana bantuan operasional lingkungan itu dikelola oleh yang bersangkutan.

"Saya tidak tahu paguyuban itu ada dan mulai kapan dibentuknya. Silahkan kalau mau dikelola sendiri saya tidak merasa dilangkahi," tutur Saeroji usai penandatanganan perjanjian penyelesaian konflik bersama PT Merak Jaya Beton di Polsek Gampengrejo kemarin.

Untuk diketahui, rencananya pemakaian dana tunjangan operasional untuk lingkungan itu akan dikelola oleh paguyuban dan tidak dibagi-bagikan ke sejumlah warga terdampak di sekitar lokasi pabrik pengolahan bahan cor.

Menurut Saeroji, bagi perangkat desa tidak ada masalah terkait apapun perjanjian perusahaan yang mengatasnamakan paguyuban. Pasalnya, pihaknya tidak dapat memastikan legalitas adanya paguyuban Insan Cendikia yang dibentuk secara spontan itu.

"Kalau legalitas saya belum tahu kan belum sempat melihat daftar anggotanya. Saya tak mempermasalahkan pada intinya persoalan ini dapat terselesaikan dan kondisi desa tetap kondusif," imbuhnya.

Menurut Saeroji pihaknya lega karena polemik yang berlarut-larut ini telah berakhir. Nantinya, kebijakan pengolahan tanah kas desa yang dipakai PT Merak Jaya Beton itu akan menjadi tanggung jawab pihak desa setempat. Pihaknya, juga belum memikirkan untuk menentukan sikap apakah tanah kas desa itu akan direklamasi atau tidak.

"Nanti bisa dimanfaatkan oleh desa. Kami belum berpikir sejauh itu," jelasnya.


Untuk diketahui, sebelumnya masyarakat di Dusun Grompol, Desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo selama enam bulan bersitegang dengan PT Merak Jaya Beton karena terdampak debu polusi dari kebocoran tabung pengolahan bahan cor yang menumpahkan ribuan kubik semen ke rumah warga pada (16/5/2017) silam.

Sebanyak 124 Kepala Keluarga (KK) terdampak debu polusi ini yang telah mendapatkan dana ganti rugi kompensasi dari pihak perusahaan. (Surya/Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: YONY iSKANDAR
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help