Pilgub Jatim 2018

PPP Siap Merapat ke Khofifah, Syaratnya ini . . .

Oleh karena itulah, kini PPP mempersempit target bacagub yang diusung, dari yang awalnya dua orang (Gus Ipul dan Khofifah),

PPP Siap Merapat ke Khofifah, Syaratnya ini . . .
SURYA/SUTONO
Ketua DPW PPP Jatim, Musyafa Noer (tengah) dan Hj Mundjidah Wahab (kanan), saat berada di Jombang, Sabtu sore (14/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka kemungkinan merapat ke bakal calon gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Hal ini sebagai dampak dari adanya pengumuman Saifullah Yusuf dan Abdulah Azwar Anas sebagai bakal calon Guberrur dan Wakil Gubernur Jatim.

Berdasarkan penjelasan Wakil Ketua Fraksi PPP di DPRD Jatim, Mahdi, dengan diumumkanya pasangan tersebut, maka sekaligus menutup peluang kader partainya untuk mengisi jabatan Calon Wakil Gubernur dari Gus Ipul.

"Padahal, berdasar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) beberapa bulan lalu telah mengamanahkan kepada DPW untuk minimal menempatkan kadernya di posisi Wakil Gubernur," ujar Mahdi kepada jurnalis, Senin (16/10/2017).

Oleh karena itulah, kini PPP mempersempit target bacagub yang diusung, dari yang awalnya dua orang (Gus Ipul dan Khofifah), kini hanya Khofifah seorang.

Menurut Mahdi, pihaknya masih berharap bahwa Khofiah dapat mengakomodir bacawagub dari partai berlambang Ka'bah ini.

"Kami bisa segera merapat ke Khofifah dengan sebuah syarat. Beliau mau menerima wakil dari PPP," ujarnya.

Nantinya, apabila Khofifah meminta figur bacawagub, Mahdi menyebut bahwa PPP akan menyerahkan nama Ketua DPW PPP Jatim, Musyaffa' Noer.

"Nama beliau juga merupakan hasil dari Muskerwil lalu," lanjutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Sekretaris OKK (Organisasi Keanggotaan Kaderisasi) DPW PPP Jatim, mengatakan bahwa dalam menentukan calon gubernur, pihaknya akan lebih memperhatikan kapabilitas calon tersebut dibandingkan bicara politik aliran.


Apalagi menurutnya, Nahdlatul Ulama yang juga menjadi basis pemilih partainya, hingga saat ini tak mengeluarkan rekomendasi nama untuk diusung.

"Munculnya dukungan dari satu-dua tokoh kiai seharusnya dilepaskan dari strukturnya sebagai pengurus NU," ujar Taufik.

"Sebab, sebagai organisasi masyrakat, NU tak bisa merekomendasikan apapun terkait pilgub dan hingga kini pun tak ada nama yang direkomendasikan untuk didukung," pungkas Taufik. (Surya/Bobby Koloway)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved