Gara-gara Soal Kayu 4 Batang, Satu Keluarga Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Pertimbangannya, pengajuan eksepsi hanya akan buang-buang waktu, sehingga memperlama masa tahanan para terdakwa.

Gara-gara Soal Kayu 4 Batang, Satu Keluarga Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
Surya/Galih Lintartika
Satu keluarga disidang karena kayu 

 TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Tiga terdakwa dugaan kasus pencurian empat batang kayu yakni Saleh (42), Sugiat (57), serta Basar Maulana (26), warga Desa Kedungsumur, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur telah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan, Selasa (17//10/2017) siang.

Satu keluarga itu duduk di kursi pesakitan. Mereka mendengarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Gatot Agus Triyono ini, tiga terdakwa didakwa melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian, atas laporan dari Mulsidi (40), sepupu dari terdakwa Saleh.

“Kami mohon kepada yang mulia, untuk menjatuhkan hukuman penjara maksimal 7 tahun kepada ketiga terdakwa,” kata JPU Cok Gede Putra Gautama.

Penasehat hukum, Djando SW, mengatakan pihaknya berusaha menerima dakwaan JPU itu. Ia memilih tidak mengajukan keberatan atau eksepsi atas tuntutan JPU.

Pertimbangannya, pengajuan eksepsi hanya akan buang-buang waktu, sehingga memperlama masa tahanan para terdakwa.

“Kami tidak keberatan atas dakwaan itu secara prosedurnya, tetapi isi terkait pokok perkara sebenarnya kami keberatan. Kami akan ajukan keberaatan saat sudah masuk dalam pokok perkaranya saja,” terangnya.


Sekadar diketahui, ketiga terdakwa terpaksa harus duduk di kursi pesakitan karena menghalangi penjualan empat batang kayu, yang dilakukan oleh Umi Kulsum (32), yang tak lain keponakan dari terdakwa Surip kepada Mulsidi, Sabtu (29/7/2017) lalu.

Sidang lanjutan perkara yang melibatkan satu keluarga ini, rencananya akan kembali digelar pada Kamis (19/10/2017), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved