TribunJatim/

Sebulan Sandang Tersangka Korupsi, Kadinkes Magetan Belum Dicopot

pencopotan Kadinkes Magetan Ehud Alawy itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017

Sebulan Sandang Tersangka Korupsi, Kadinkes Magetan Belum Dicopot
Surya/Mohammad Romadoni
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Magetan Ehud Alawy diperiksa Polisi, Senin (31/7-2017), dari jam 10.00 hingga pukul 17.00, masih berada diruang pemeriksaan unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Magetan. 

 TRIBUNJATIM.COM,MAGETAN - Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Magetan baru rapat pencopotan jabatan Ehud Alawy, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) setempat, padahal hampir satu bulan menyandang status tersangka korupsi proyek pembangunan Instalasi Rawat Inap (IRNA) VI RSUD dr Sayidiman, Magetan tahun 2010. Senilai Rp 1,3 miliar.

"Kemarin kita sudah rapatkan dengan Baperjakat, meski belum selesai. Tapi pencopotannya sebagai Kadinkes Kabupaten Magetan sudah pasti," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Magetan Suko Winardi kepada Surya, Selasa (17/10/2017).

Menurut Suko Winardi, pencopotan Kadinkes Magetan Ehud Alawy itu berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang pemberhentian sementara sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Prosesnya terkait pemberhentian sementara pegawai ASN/PNS berlaku ketentuan sebagai
berikut, Pegawai ASN/PNS yang diduga terlibat dalam tindak pidana dan ditahan karena
menjadi tersangka tindak pidana, diberhentikan sementara sebagai PNS," jelas Suko Winardi.

Ehud Alawy, Kadinkes Kabupaten Magetan ini dikenakan status Tersangka Korupsi sejak Kamis {21/9-2017) lalu dan Kejaksaan Negeri (Kejari) mengenakan tahanan kota, dengan alasan TSK Ehud Alawy menderita sakit komplikasi dan itu dikuatkan pernyataan dari dokter Polri, Puskesmas dan RSUD setempat.

Pengenakan Tersangka Korupsi Ehud Alawy itu bersamaan dengan Tersangka Korupsi Suyitno, Direktur PT Awan Megah pelaksana proyek pembangunan IRNA VI RSUD dr Sayidiman Magetan tahun 2010 lalu senilai Rp 1,3 miliar.

Sedang lima tersangka lainnya, dua PNS RSUD dr Sayidiman, dan tiga kolega setempat, masing masiny dituntut tiga tahun penjara di Pengadilan Tipikor Surabaya, dan akan di vonis, Selasa (24/10-2017) mendatang.

Kelima tersangka yang kini dititipkan di Rutan Medaeng, Surabaya itu masing masing,
Ningrum Palupi Widiasari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Rohmad Pejabat Pengadaan Barang, keduanya PNS RSUD dr Sayidiman Magetan.

Kemudian ketiga tersangka lainnya, Konsultan Dirut CV Enggal Daya Prima dan Perencana proyek Cahyo Renggo Putro warga Desa Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan dan Dirut CV Jaya sekaligus pengawas proyek Suharti (33) warga Desa Tamanarum Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, serta Titik Mulyatin (35) kontraktor warga Desa/Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.


Sementara Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Ahmad Taufik Hidayat menyebutkan, setelah kelima tersangka yang masin masing dituntut tiga tahun penjara diputus, Tersangka Korupsi Ehud Alawy dan Suyitno dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Surabaya.

"Kemungkinan, pekan depan kedua TSK Korupsi itu akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor dan ditahan di Medaeng. Kalau sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor, kedua tersangka bukan lagi urusan kita,"pungkas Jaksa Ahmad Taufik Hidayat. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help