TribunJatim/

Gagal Panen, Petani Bawang Merah di Magetan Bakar Tanaman

Tapi setelah tanam bawang merah, jangan bantuan bibit atau biaya tanam. Memberi penyuluhan saja tidak pernah,"kata guru sekolah dasar ini.

Gagal Panen, Petani Bawang Merah di Magetan Bakar Tanaman
Surya/Doni Prasetyo
Petani bawang merah di Desa Kedungpanji, Kecamatan Pembeyan, Kabupaten Magetan, mencabuti tanaman bawang merah berusia 45 hari, yang gagal.tumbuh. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Petani bawang merah (brambang) di Desa Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ramai-ramai bakar tanamanya, setelah gagal  gagal panen.

Akibatnya, gagal panen itu petani di desa setempat merugi sampai ratusan juta rupiah. Padahal uang yang dipakai biaya tanam bawang merah itu hasil pinjaman dari bank setempat.

"Saya saja, untuk lahan seluas 1700 meter persegi, modal yang saya pakai mencapai Rp 20 juta. Dongkol petani bawang merah disini, sudah tanaman rusak, harga bawang merah anjlok," kata Tukimin, Ketua Paguyuban Petani Bawang Merah warga Desa Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan kepada Surya, Rabu (18/10/2017).

Menurut Tukimin, ini ketiga kalinya petani bawang merah gagal panen akibat tanaman rusak dimakan hama ulat, sehingga tumbuhan bawang merah tidak bisa tumbuh sempurna.

"Kami ini dulu tanam bawang merah karena anjuran Dinas Pertanian kalau tanah di Desa Kedungpanji ini cocok untuk tanaman bawang merah. Tapi setelah tanam bawang merah, jangan bantuan bibit atau biaya tanam. Memberi penyuluhan saja tidak pernah,"kata guru sekolah dasar ini.

Panen pertama bawang merah, lanjut Tukimin, buah masih bisa tumbuh, walau tidak 100 persen sempurna. Namun petani bawang merah masih bisa dibilang, sudah bisa panen.

"Pertama panen bawang merah, tengkulak atau pedagang hanya mau beli per kilogram Rp 14 ribu. Padahal harga normal dipasaran sebesar Rp 20 ribu. Tapi kedua dan ketiga panen ini, malah tidak bisa panen.

"Tapi sekarang ini dengan modal Rp 20 juta, seribu rupiah saja tidak kembali. Kalau pemerintah masih peduli petani, tolong kami diberi penyuluhan cara bercocok tanam bawang merah, diberi bantuan bibit dan bantuan modal tanam," katanya.

Dikatakan Tukimin, tanaman yang dibakar petani ini sudah berumur 45 hari.Tapi karena tidak bisa tumbuh sempurna, lebih baik kita bakar. Mestinya kalau bawang merah tumbuh normal antara 60 hati - 70 hari," jelas Tukimin ini.

Mestinya, tambah Tukimin, kalau Dinas Pertanian turun tangan melakukan pembinaan kepada petani, kejadian gagal tanam bawang merah ini tidak akan terjadi.

"Saya berharap, Dinas Pertanian bisa memperhatikan keluhan kami, karena ini luasan tanaman bawang merah petani di Kabupaten Magetan total mencapai 30 hektar. Bisa dihitung berapa ratus juta rupiah, uang petani yang hilang, akibat gagal panen bawang sefah," pungkas Tukimin. (Surya/Doni Prasetyo).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help