TribunJatim/

Puluhan Warga Ngawi ini Keracunan Kue Kenduri

Puluhan korban itu, kini dirawat di tiga Puskesmas terdekat dan dua Rumah Sakit (RS) di Ngawi.

Puluhan Warga Ngawi ini Keracunan Kue Kenduri
Surya/Doni Prasetyo
Puluhan anak dan orang dewasa warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, korban roti hajatan diduga beracun itu, dirawat di tiga Puskesmas dan dua Rumah Sakit yaitu, RS At Tin Husada dan RS Widodo, Ngawi, Kamis (19/10) 

TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Sedikitnya 60 anak dan orang dewasa warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi diduga keracunan Roti Kenduri.

Puluhan korban itu, kini dirawat di tiga Puskesmas terdekat dan dua Rumah Sakit (RS) di Ngawi.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, keracunan massal itu terjadi setelah warga menyantap kue suguhan diacara hajatan kenduri tujuh hari meninggalnya warga setempat itu, tiba tiba merasa mual, pusing, muntah dan diare.

Melihat kejadian yang hampir bersamaan itu, warga setempat langsung berinisiatif melarikan korban ini ke tiga Puskesmas terdekat, Puskesmas Walikukun, Kauman dan Sambirejo, Ngawi.

Beberapa korban yang kondisinya sangat lemah karena kekurangan cairan, dilarikan ke dua rumah sakit yaitu di RS At Tin Husada dan RS Widodo, Ngawi.

Namun tidak sedikit yang tetap memilih bertahan dirumah, karena tidak ada biaya dan diberikan minuman cairan air kelapa hijau sebagai penawar racun.

Beruntung yang dirawat dirumah itu saat ini kondisinya sudah banyak yang mulai membaik. Bahkan yang dirawat di tiga Puskesmas itu juga sudah banyak yang diperbolehkan rawat jalan dan pulang kerumah masing masing.

Hingga kini penyebab pasti keracunan itu selain makanan snack berupa roti hajatan kenduri itu. Karena sebelum keracunan massal itu, warga makan kue dari hajatan itu.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi yang datang.ke lokasi itu, langsung mengambil sample kue dan snack sisa di acara hajatan itu

Mulyani salah satu warga Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi ini korban keracunan, selain dirinya yang juga anaknya, karena malam itu sekeluarga ikut makan dari hajatan kenduri.

"Anak saya sebenarnya malam itu sudah ngomong, kalau makanannya tidak enak. Tiba tiba bangun tidur saya dan anak saya merasa mual dan muntah muntah. Perut juga mules sekali, kepala seperti berputar putar. Saya hanya makan satu roti, ada kayak jellynya,"kata Mulyani.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help