TribunJatim/

Tiga Hal Aneh Terjadi Sebelum TKI Asal Madiun Kecelakaan Maut di Malaysia, Nomor 1 Bikin Sesak Nafas

Setidaknya ada tiga hal aneh dan misterius yang terjadi dan dialami keluarga, sebelum TKI asal Madiun meninggal dunia di Malaysia karena celaka.

Tiga Hal Aneh Terjadi Sebelum TKI Asal Madiun Kecelakaan Maut di Malaysia, Nomor 1 Bikin Sesak Nafas
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Keluar mengerubungi peti jenazah Titik Kateningsih TKI yang meninggal di Malaysia akibat kecelakaan bus, di rumah duka, Jalan Singoludro RT18/RW5 Desa/Kecamatan Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Jumat (27/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Mariman (42) orangtua dari Titik Katinengsih (27), TKI yang meninggal akibat kecelakaan bus di kilometer 47, Lebuh Utara Selatan, Pulau Penang, Malaysia, Selasa (24/10/2017), mengaku ada sesuatu yang tak wajar sebelum putrinya tertimpa musibah.

Setidaknya ada tiga hal aneh yang terjadi dan dialami keluarga, sebelum anaknya tersebut meninggal dunia.

Pertama, selama tiga hari sebelum Titik celaka di Malaysia, Mariman mengaku tidak bisa tidur dengan nyenyak. Mariman selalu terbangun di malam hari, dan tak bisa tidur lagi hingga pagi.

"Selama tiga hari saya tidak bisa tidur. Saya terbangun tengah malam dan tak bisa tidur," ujarnya, saat ditemui di rumah duka, Jalan Singoludro RT18/RW5 Desa/Kecamatan Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Jumat (27/10/2017).

Jenazah TKI Korban Laka Bus di Malaysia Tiba di Kampung Halaman, Suami Tak Mau Lepaskan Peti Mati

Mariman menceritakan, yang kedua, sehari sebelum berangkat ke Malaysia, yakni Selasa (19/10/2017) Titik bertingkah tidak seperti biasanya.

Dia minta kepadanya agar mencetak fotonya dengan anaknya dalam ukuran besar.

"Sebelum berangkat, dia minta supaya fotonya dengan anaknya dicetak besar. Tapi saya nggak berani tanya untuk apa," katanya.

Kemudian yang ketiga, saat terjadinya kecelakaan, cucunya Naira Mauzara (3) juga berbicara tak wajar.

Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Anak TKI di Luar Negeri Bisa Kuliah Gratis

Pagi itu, Selasa (24/10/2017) cucunya melihat ada pesawat melintas di atas rumahnya, dan mengatakan pesawat itu mengantar ibunya pulang.

"Ada pesawat lewat, dia bilang ke saya. Mbah, itu ada pesawat ngantar ibu pulang. Sore harinya ada kabar kalau anak saya kecelakaan," imbuhnya, sambil mengusap matanya yang tampak berkaca-kaca.

Setelah itu, malam harinya, sesorang menelpon dari Malaysia dan memberi kabar anaknya sudah meninggal akibat kecelakaan.

BREAKING NEWS - Jenazah Warga Bangkalan Korban Longsor di Malaysia Tiba di Madura

(Surya/Rahadian Bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help