TribunJatim/

Kadinkes Kabupaten Magetan Ehud Dilimpahkan ke Kejati, Furyana Gantikan Sementara

Di Pemkab Magetan ada delapan pejabat yang berhadapan dengan hukum, karena terjerat kasus korupsi dan beberapa terlibat tindak pidana umum.

Kadinkes Kabupaten Magetan Ehud Dilimpahkan ke Kejati, Furyana Gantikan Sementara
Surya/Mohammad Romadoni
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Magetan Ehud Alawy diperiksa Polisi, Senin (31/7-2017), dari jam 10.00 hingga pukul 17.00, masih berada diruang pemeriksaan unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Magetan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Ehud Alawy Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Magetan tersangka korupsi proyek pembangunan ruang instalasi rawat inap (IRNA) VI RSUD dr Sayidiman senilai Rp 1,2 miliar itu resmi dicopot, dan kedudukannya digantikan Furyana sebaga pelaksana tugas (plt) Kadinkes.

"Pak Ehud sudah diberhentikan sementara sebagai Kadinkes, tempatnya diduduki Bu Furyana sebagai plt Kadinkes," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Magetan Suko Winardi kepada Surya, Senin (30/10/2017).

Diakui Suko, sejak ditetapan sebagai tersangka, dan menjadi tahanan kota, BKD salah memahami Peraturan Pemerintah (PP) 11tahun 2011, antara tahanan dan tahanan kota, serta tahanan rumah.

"Kemudian setelah koordinasi dengan Bapak Bupati, tahanan yang di maksud di PP 11/2011, itu sudah masuk tahanan rumah dan kota. Kemudian Pak Bupati memutuskan memberhentikan sementara sebagai Kadinkes," jelas Suko yang juga menjabat sebagai Asisten II Sekda Kabupaten Magetan ini.

Pemberhentian sementara Ehud, tambah Suko Winardi, sampai putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menyatakan tidak bersalah dan bebas.

"Kalau memang diputus Pengadilan Tipikor bebas, Pak Ehud bisa kembali menjabat sebagai Kadinkes. Namun sebaliknya, bila dinyatakan bersalah dan terbukti korupsi, berapa pun sanksi hukuman yang diputuskan, yang bersangkutan diberhentikan tidak dengan hormat," ujarnya.

Saat ini, lanjut Suko Winardi, di Pemkab Magetan ada delapan pejabat yang berhadapan dengan hukum, karema terjerat kasus korupsi, dan beberapa terlibat tindak pidana umum.

"Kedelapan pejabat ini, beberapa jabatannya secara definitif sudah ditempati pejabat baru. Karena pejabat itu sudah diputus bersalah. Sedang lainnya menunggu putusan," kata Suko Winardi.

Informasi yang dihimpun Surya menyebutkan, Ehud Alawy dicopot jabatannya sejak Jumat 20 Oktober 2017 kemarin. Pencopotan Ehud Alawy langsung dilakukan Bupati Magetan Sumantri.

Ehud Alawy ditetapkan tersangka oleh penyidik Reskrim Polres Magetan 3 Juli 2017 bersama Direktur PT Awan Megah Suyiitno.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help