TribunJatim/

Masa Tahanan Dirut PT Garam Non Aktif Hampir Habis, Jaksa Belum Siap Tuntutan

Sidang yang dipimpin Putu Mahendra dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum dibuka untuk umum.

Masa Tahanan Dirut PT Garam Non Aktif Hampir Habis, Jaksa Belum Siap Tuntutan
Surya/sugiyono
RIANG – Terdakwa Achmad Boediono, Dirut PT Garam nonaktif menuju ruang tahanan sementara PN Gresik dengan senyum riang, Senin (30/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Jaksa penuntut umum kejaksaan negeri Gresik belum siap atas tuntutan Achmad Boediono, Direktur Utama (Dirut) PT Garam nonaktif.

Padahal masa tahanan akan habis selama dua pekan.

Sidang yang dipimpin Putu Mahendra dengan agenda tuntutan jaksa penuntut umum dibuka untuk umum.

Jaksa Hadi Sucipto menyatakan belum siap atas tuntutan terhadap terdakwa Achmad Boediono yang sudah diagendakan selama sepekan sebelumnya.

Majelis hakim yang memberikan kesempatan kepada Jaksa untuk menyampaikan tuntutan langsung dijawab oleh Jaksa bahwa tuntutan belum siap.

“Tuntutan belum siap yang mulia. Masih menunggu dari Kejagung,” kata Hadi Sucipto, Senin (30/10/2017).

Setelah mendengarkan jawaban Jaksa, majelis hakim bersama dua hakim anggota langsung membuat jadwal sidang, sebab alasannya batas akhir penahanan sudah hampir habis.

Diperkirakan tinggal dua pekan lagi sehingga akan mengurangi masa pikir-pikir setelah putusan.

“Kita jadwalkan sidang kembali pada Kamis lusa. Semoga tuntutan Jaksa sudah siap. Nanti jika terllau lama ditunda bisa mengurangi masa pikir-piikir. Padahal kita sudah menjadwalkan sidang dengan baik,” kata Putu Mahendra.

Agung Prasetyo kuasa hukum terdakwa Achmad Boediono mengatakan bahwa Jaksa telah mengajukan tuntutan ke Kejaksaan Agung sebab yang menangkap adalah Mabes Polri.

“Berkas yang dikirim oleh Jaksa ke Kejagung belum ada balasan sehingga kita hanya bisa menunggu,” kata Agung.


Namun, dengan tertundanya jadwal sidang tuntutan, menurut Agung kliennya bisa bebas sebab masa tahana tidak bisa diperpanjang.

“Tanggal 13 Nopember klien kami ada putusan, karena tidak bisa dimintakan perpanjangan penahanan di Pengadilan Tinggi. Tadi oleh hakim akan melakukan yang terbaik,” katanya. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help