TribunJatim/

Kantor Imigrasi Kelas I Malang Tolak 61 Permohonan Paspor, Penyebabnya ini . . .

Selain menunda penerbitan 61 permohonan paspor itu, petugas Imigasi juga mencatat sejumlah modus yang dipakai untuk pekerja ilegal.

Kantor Imigrasi Kelas I Malang Tolak 61 Permohonan Paspor, Penyebabnya ini . . .
Tribunnews.com
Ilustrasi 

 TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Malang menunda penerbitan 61 permohonan pembuatan paspor di wilayah kerja Kanim I Malang. 61 permohonan paspor ditolak ini selama rentang waktu Januari - Oktober 2017.

Penolakan permohonan paspor baru ini karena diduga hendak dipakai oleh calon tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal di luar negeri.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang Novianto Sulastono mengatakan, pengajuan paspor itu dipakai untuk calon TKI yang hendak bekerja di sektor informal.

Petugas mengindikasi pengajuan paspor digunakan untuk sektor informal seperti pembantu rumah tangga dan pekerja perkebunan, dan dilakukan non-prosedural sehingga kami tunda penerbitannya," ujar Tonton, panggilan akrab Novianto, Rabu (1/11/2017).

Kecurigaan petugas Imigrasi berasal dari keterangan pemohon paspor. Mereka tidak bisa menjelaskan jenis pekerjaan apa yang hendak mereka kerjakan di negara tujuan.

Selain menunda penerbitan 61 permohonan paspor itu, petugas Imigasi juga mencatat sejumlah modus yang dipakai untuk pekerja ilegal.

Modus itu antara lain memakai visa bebas kunjungan ke negara ASEAN, juga ada yang menyalahgunakan visa magang, visa umrah, visa wisata, atau juga visa naik haji.

Baca: Edarkan Sabu-sabu di Wilayah Malang, Sopir dan Teman Akrabnya ini Dijebloskan Penjara

Pemakai visa haji atau umrah kadang kala tidak pulang ke tanah air dan memilih bekerja di Arab Saudi.

"Sehingga kami harus mewaspadainya dan mencegah supaya tidak terjadi," tegas Tonton.


Sementara itu, Kantor Imigrasi Malang telah menerbitkan 33.802 paspor mulai Januari hingga September 2017. Paspor diterbitkan dari empat kabupaten dan empat kota di wilayah kerja Kanim Malang.

Selain menerbitkan paspor, Kanim Malang juga menerbitkan 1.916 Izin Tinggal Kunjungan (ITK) untuk warga negara asing. Sekitar 90 persen dari penerima ITK adalah mahasiswa yang tinggal di Malang Raya. Sedangkan perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) hingga September 2017 tercatat 1.373 kartu. (Surya/Sri Wahyunik)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help