TribunJatim/

Karyawan Minimarket di Ngawi ini Nyampi Jualan Pil Koplo kepada Pelajar

Dalam pegeledahan, Polisi berhasil menemukan ratusan pil daftar "G" (obat keras) yang disimpan disaku celananya.

Karyawan Minimarket di Ngawi ini  Nyampi Jualan Pil Koplo kepada Pelajar
Surya/Doni Prasetyo
Riski Mahmudi (23) karyawan Indomaret Walikukun, Kabupaten Ngawi, anak warga Desa/Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi diruang Kasat Narkoba Polres Ngawi, seusai ditangkap, Kamis (2/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Riski Mahmudi (23) karyawan minimarket di Kabupaten Ngawi ini disergap tim Satresnarkoba Polres Ngawi ditempat kerjanya.

Dalam pegeledahan, Polisi berhasil menemukan ratusan pil daftar "G" (obat keras) yang disimpan disaku celananya.

"Informasi terkait tersangka ini sudah lama kami terima. Namun kami tidak gegabah, dan terus monitor,"kata AKP Mochamad Wakid kepada Surya, Kamis (2/11/2017).

Menurut Kasat Narkoba Polres Ngawi AKP Mochamad Mukid, tersangka anak warga Desa/Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi ini sejak lama menjadi targetnya.

"Kami menerima informasi dari masyarakat, tersangka ini seusai pulang kerja, mengedarkan obat keras yang mengandung bahan kimia tramadol dan trihexyphenidyl,"jelasnya.

Dikatakan AKP Mochamad Mukid, sejak mendapat informasi, tim Satnarkoba Polres Ngawi terus membuntuti dan memonitor gerak geriknya.

Setelah diyakini informasi itu benar, tim Satnarkoba mendatangi tempat kerjanya di Indomaret Walikukun.

"Saat kami geledah, tersangka hanya pasrah. Tidak menunjukan perlawanan, apalagi setelah anggota berhasil menemukan sebanyak 170 butir obat keras di kedua saku celananya," kata AKP Mochamad Mukid.

Baca: Petugas KPK Tinggalkan Kabupaten Nganjuk

Obat keras yang mengandung unsur kimiawi tramadol dan trihexyphenidyl ini biasanya untuk mengobati nyeri dan syaraf (artane/dobel LL). Namun, kedua obat keras ini oleh tersangka disalahgunakan dan dijual kepada pelajar untuk mabuk mabukan.

"Tersangka mengaku obat keras itu dijual dikalangan pemuda dan pelajar, dia juga mengaku menjual obat keras itu setelah pulang kerja. Tersangka mengaku sudah lama jual pil koplo itu. Obat daftar "G" itu didapat dari seseorang warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah,"kata AKP Mochamad Mukid.


Tersangka, tambah AKP Mochamad Mukid, yang menyalahgunakan sediaan obat keras untuk mabuk mabukan dan dijual belikan kepada pelajar, Polisi menjeratnya dengan pasal 196 dan pasal 197 Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

"Ancaman penjara di Undang Undang Kesehatan itu, penjara selama lamanya 15 tahun. Dalam waktu dekat, pelaku kami limpahkan ke Kejaksaan untuk disidangkan,"pungkas AKP Mochamad Mukid. (Surya/ Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help