TribunJatim/

30 Duta Parisata Gresik Belajar Tentang Pengembangan Wisata Ke Bupati Sambari

Selain itu juga ada yang menanyakan pengembangan pertanian, perindustrian dan kepelabuhanan.

30 Duta Parisata Gresik Belajar Tentang Pengembangan Wisata Ke Bupati Sambari
(Surya/Rahadian bagus)
SEMANGAT – Perwakilan Cak dan Yuk Gresik dengan penuh semangat menghadap Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Jumat (3/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Para finalis Cak dan Yuk Gresik berkunjung ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk bertemu Bupati Gresik Ssambari Halim Radianto.

Kehadiran para finalis Cak dan Yuk Gresik ke Pemkab Gresik ini didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mighfar Syukur di ruang Graita Eka Praja.

Sebanyak 30 Cak dan Yuk Gresik menjadi duta wisata Kabupaten Gresik. Merela berdiskusi dengan Sambari terkait pengembangan wisata dan langkah-langkah mengembangkan potensi wisata.

Selain itu juga ada yang menanyakan pengembangan pertanian, perindustrian dan kepelabuhanan.

Dalam diskusi tersebut juga disinggung penerapan halal life style atau perilaku hidup syariah yang diterapkan di kota-kota besar di Indonesia. Terutama di daerah wisata.

“Apakah di Gresik juga sudah menerapkan halal life style terhadap wisatawan yang hendak berkunjung di kabupaten Gresik,” kata Nur Hadi, kepada Bupati Gresik Sambari, Jumat (3/11/2017).

Baca: Bupati Banyuwangi Anas Terkesima dengan Museum Tembakau di Jember

Sebab menurut Nur Hadi, kabupaten Gresik merupakan kota dengan wisata yang berwawasan religi. Sehingga perlu diterapkan dan dikembangkan perilaku halal life style di kabupaten Gresik ini.

Sambari menjelaskan bahwa di Gresik memang dikenal dengan sebutan kota wali dan kota santri. Sehingga, pemerintah kabupaten Gresik hingga saat ini selalu berupaya mempertahankan kearifan lokal.


Maka dari itu, lanjut Bupati, perlu adanya satu konsep terkait bagaimana kaerifan lokal di Gresik ini dapat terjaga dan tidak rusak karena pengaruh modernisasi saat ini.

“Ya meskipun belum ada himbauan resmi dari pemerintah, namun pola hidup atau yang anda sebut halal life style tadi memang muncul dari kesadaran masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung di kabupaten Gresik ini,” kata Sambari. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help