TribunJatim/

BPBD Gresik Imbau Warga Waspadai Bencana Alam

Sosialisasi ini terus disampaikan tim PBBD agar masyarakat terhindar dari bencana alam

BPBD Gresik Imbau Warga Waspadai Bencana Alam
(Surya/Achmad amru muiz)
jalanan desa Sitiarjo yang tergenang air banjir akibat turunya hujan lebat di awal musim penghujan, Rabu (18/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Diharapkan masyarakat peka terhadap perubahan musim pancaroba ini.

Sosialisasi ini terus disampaikan tim PBBD agar masyarakat terhindar dari bencana alam. Sebab, selama ini bencana alam di Gresik telah menghantui masyarakat.

Mulai bencana alam banjir, bencana alam kekeringan, angin puting beliung dan bencana dari Industrialisasi.

Daerah yang rawan terkena bencana alam banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo, sungai anak kali Lamong dan sungai Brantas.

Daerah tersebut diantaranya, Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean, Driyorejo, Dukun dan Bunga.

Baca: Sebut Pilgub Jatim Bukan Milik Gus Ipul dan Khofifah Saja, PAN Bentuk Poros Baru Lewat Penyanyi Ini

Sedangkan yang rawan terkena bencana alam kekeringan diantaranya, Kecamatan Benjeng, Balongpanggang, Manyar dan Cerme.

Munculnya bencana alam ini, Warga Gresik diharapkan terus waspada sehingga bisa terhindar dari bencana alam.

"Jika terjadi bencana alam, masyarakat agar mengamankan diri bersama keluarga. Dan segera memberi tahu kami (BPBD,red)," kata Abu Hassan, Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Senin (6/11/2017).


Abu Hassan juga menghimbau agar masyarakat waspada terhadap musim pancaroba. "Masyarakat dihimbau untuk waspada pada musim pancaroba yang bisa terjadi bencana alam puting beliung, banjir bandang dan pergerakan tanah (Gempa, red). Harap masyarakat untuk memantau lingkungan sekitar," katanya. (Surya/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help