TribunJatim/

Empat Remaja ini Terseret Banjir di Air Terjun Sukapura, Satu Tewas, Satu Orang Belum Ditemukan

kejadian itu bermula saat keempat sekawan ini sedang mandi di tempat wisata umbulan.

Empat Remaja ini Terseret Banjir  di Air Terjun Sukapura, Satu Tewas, Satu Orang Belum Ditemukan
surya/Galih Lintartika
Jenazah korban ditemukan paska menghilang. 

 TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Empat sekawan ini yang sedang asyik bermain di wisata air terjun umbulan Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (6/11/2017) sore , terseret air bah.

Dua diantaranya berhasil selamat, dan dua lainnya hilang terseret derasnya air bah. Namun, sekira pukul 20.00, satu korban terseret air bah ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban selamat adalah Sainul (24) san Bashori (15). Sedangkan korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Ferdiansyah (14).

Dia ditemukan meninggal di Muara Sungai Pesisir Kecamatan Sumberasih atau 15 kilometer (km) dari lokasi awal terseret air bah.

Sedangkan, satu yang belum ditemukan hingga saat ini adalaj Lukman (22). Mereka semua tinggal di satu kampung yakni Kademangan, Kota Probolinggo.

Pemerintah Arab Saudi Larang Bayi Diberi 51 Nama Ini, 6 di Antaranya Termasuk Populer di Indonesia!

Informasi yang didapatkan Surya, kejadian itu bermula saat keempat sekawan ini sedang mandi di tempat wisata umbulan.

Saat itu, sebenarnya mereka sudah hendak meninggalkan lokasi kejadian karena hujan. Apesnya, belum sempat keluar dari air, datang air bah secara tiba - tiba dan langsung menggulung keempatnya.

Kapolsek Sukapura AKP Noor Choiri mengatakan, hingga saat ini, hanya ada satu korban yang belum ditemukan. Kata dia, tim sar, BPBD dan beberapa relawan lainnya akan melakukan pencarian hari ini.

"Dua selamat, satu meninggal dunia, dan satu hilang. Kami akan koordinasi dengan tim terkait untuk melanjutkan pencarian satu orang yang masih hilang. Mudah - mudahan cuaca hari ini mendukung, tidak mendung apalagi sampai hujan," ungkap dia, Senin (6/11/2017).

Terpisah, Camat Sukapura Yulius Crishtian mengatakan, sebelum kejadian di atas, atau Desa Ngadisari dan sekitarnya diguyur hujan deras.


Jadi, wajar saja , ketika datang air bah atau air deras dari daerah yang lebih tinggi dari lokasi terseretnya empat teman itu.

"Sebenarnya wisata itu sudah ditutup, tapi tidak tahu lagi kok mereka bisa berada di dalam tempat wisata itu. Ini informasi yang saya dapatkan dari Kades setempat. Terpenting, hari ini kami akan melanjutkan pencarian," tutup dia. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help