TribunJatim/

Jokowi : Selama 35 Tahun Kedepan Petani Bisa Tenang Garap Lahan Kawasan Hutan

"Sudah semingu ini saya terus menerus dari Bekasi kemudian ke Probolinhgo ke Boyolali, terus hari ini saya ke Madiun.

Jokowi  : Selama 35 Tahun Kedepan Petani Bisa Tenang Garap Lahan Kawasan Hutan
(Surya/Rahadian bagus)
Presiden Jokowi mengajak ngobrol seorang petani asal Madiun yang mendapatkan SK. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Ribuan petani di Madiun yang selama ini menggarap lahan di hutan, kini bisa bernafas lega. Sebab, pada Senin (6/11/2017) pagi, mereka telah mendapatkan SK pemanfaatan hutan kawasan hutan negara, serta SK tentang pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan LMDH.

Melalui SK tersebut, pemerintah memberi kepastian hukum kepada petani untuk mengelola lahan. Hal itu disampaikan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang hadir langsung dalam acara penyerahan program Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi yang akan diselenggarakan di Desa Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Program tersebut berwujud penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IHPS) dan SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK).

"Sudah semingu ini saya terus menerus dari Bekasi kemudian ke Probolinhgo ke Boyolali, terus hari ini saya ke Madiun. Untuk apa, untuk mehyerahkan ini," kata Jokowi, katanya, Senin (6/11/2017) pagi.

Ia menuturkan, dengan adanya SK IHPS dan SK Kulin KK, petani bisa memanfaatkan lahan hutan selama 35 tahun.

"Selama 35 tahun, bapak ibu bisa tenang. Yang dulunya setahun atau dua tahun sekali harus perpanjangan," katanya.

Kini, kata Jokowi, setelah memiliki SK pemanfaatan hutan, para petani memilki tugas untuk menggarap lahan kawasan hutan yang tidak produktif itu menjadi lahan yang menghasilkan dan berguna.

"Silahkan ditanami coklat, silahkan ditanami iles-iles (porang), tapi yang penting dirawat. Kita ini sering menanam coklat, tapi nggak dirawat. Ditanami iles-iles, gatel-gatel sedikit nggak apa-apa, yang peniting dirawat. Jangan sampai, petani takut kena gatel-gatel," katanya yang disambut tepuktangan dan senyum ribuan petani yang hadir.


Ia mengingatkan kepada para petanu agar memanfaatkan lahan yang dipinjamkan sebaik-baiknya.
Jokowi mengatakan, akan kembali mengecek dan bila ditemukan lahan yang masih menganggur atau tidak dimanfaatkan maka SK yang diberikan akan dicabut.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help