TribunJatim/

Seminggu Dibayar Rp 30 Ribu, Jukir di Madura Geruduk Kantor Dewan

Para jukir di Madura ini akhirnya meledak dan menggeruduk kantor DPRD, karena tak kuasa menahan bebas rasa yang diderita.

Seminggu Dibayar Rp 30 Ribu, Jukir di Madura Geruduk Kantor Dewan
SURYA/MUCHSIN RASJID
Perwakilan juru pakir saat berdialog dengan Dewan dan Dishub di ruang sidang utama DPRD Pamekasan, Senin (6/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM,PAMEKASAN – Puluhan juru parkir (jukir) di Pamekasan, mengadukan nasibnya ke DPRD Pamekasan, Senin (6/11/2017).

Mereka menilai honor yang diterima sebagai jukir terlalu rendah, tidak sebanding dengan tugas yang dibebankan.

Untuk jukir yang K2, upah yang diterima setiap bulan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan, sebesar Rp 500.000.

Sementara untuk jukir non K2, tidak mendapatkan upah bulanan. Uang yang mereka tergantung keihlasan pemilik kendaraan bermotor, mau diberi atau tidak mereka pasrah.

Sehingga pendapat jukir non K2 ini. Dalam seminggu hanya mendapatkan pendapatan antara Rp 30.000 – Rp 50.000.

Pejabat Imigrasi Kena OTT Pungli Paspor, Polisi Sita Uang Belasan Juta dan Amplop Khusus ini

Belum lagi, mereka dibebankan untuk menyetor uang kepada koordinator jukir, sebesar Rp 30.000 perminggu. Padahal mereka selama bertugas dituntut untuk melayani masyarakat dengan sopan dan senyum.

Sementara di Pamekasan, sejak beberapa tahun ini sudah diberlakukan karcis berlangganan bagi seluruh kendaran bermotor.

Tapi bagi kendaraan luar Pamekasan, untuk roda dua tarir parkir Rp 1.000 dan empat Rp 2.000 sekali parkir. Kondisi ini membuat makin mempersulit bagi jukir untuk mendapatkan uang tambahan dari parkir yang ditangani.

Saat menumpahkan nasibnya, mereka ditemui Ketua Komisi I, Ismail dan Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Apik dan anggotanya.

Halaman
123
Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help