TribunJatim/

Krisis PNS Guru Sekolah Dasar di Bangkalan Makin Akut dan Tak Terkendali

Terungkapnya krisis PNS guru SD ketika Pemkab Bangkalan mereka yang mau pensiun dikumpulkan secara khusus dan ...

Krisis PNS Guru Sekolah Dasar di Bangkalan Makin Akut dan Tak Terkendali
SURYA/AHMAD FAISOL
Berkurangnya jumlah guru semakin nampak ketika 286 PNS calon pensiun dikumpulkan di Gedung Balai Diklat Pemkab Bangkalan, Kamis (9/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Jumlah guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bangkalan setiap tahunnya terus menyusut. Padahal kebutuhan guru SD berstatus PNS di Kota Salak ini mencapai 3.000 orang.

Asumsinya, setiap 664 SD dengan enam kelas idealnya memiliki 9 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Berkurangnya jumlah guru semakin nampak ketika 286 PNS calon pensiun dikumpulkan di Gedung Balai Diklat Pemkab Bangkalan, Kamis (9/11/2017).

Mereka dikumpulkan dalam Sosialisasi Hak dan Kewajiban Peserta Taspen dan Layanan Pembayaran Manfaat Pensiunan Melalui Rekening Bank Mantap kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Bangkalan.

Dari 286 calon purna bhakti 2018 itu, 50 persen di antaranya merupakan guru SD/SMP. Jumlah itu menyusul 245 PNS yang pensiun tahun ini. Di mana, 50 persen di antaranya adalah guru.

Sementara data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan periode Nopember 2015, jumlah guru SD berstatus PNS se Kabupaten Bangkalan menyisakan 3.742 orang.

"Pada September 2017, kami kekurangan 3.000 guru SD berstatus PNS. Dengan asumsi enam rombel (rombongan belajar). Padahal dari 664 SD, ada yang lebih dari enam rombel," ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Moh Bakrun kepada Surya.

Ia menjelaskan, kondisi ini memaksa beberapa kepala SD di kota melakukan rekurtmen Guru Tidak Tetap (GTT) lulusan sarjana pendidikan.

Dengan harapan, kekurangan guru tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar.'Jumlah guru berstatus GTT periode Nopember 2015 yang tersebar di 18 kecamatan sebanyak 2.627 orang.

"Tidak hanya di desa, SD di kota pun kini banyak diisi GTT karena tiap tahunnya jumlah guru PNS semakin berkurang. Banyak guru PNS yang pensiun," pungkasnya.

Dari 18 kecamatan yang ada, kebutuhan guru di tiga kecamatan saja sudah mencapai angka 679 guru SD. Dengan rincian Kecamatan Galis sebanyak 286 guru, Kecamatan Tanah Merah sebanyak 287 guru, dan Kecamatan Tragah 106 guru.

Krisis guru berstatus PNS di Bangkalan dipastikan semakin akut lantaran hingga tiga tahun ke depan, Kabupaten Bangkalan belum bisa melakukan rekurtmen PNS.

"Sejak 2015 hingga 2019 tidak ada ada rekurtmen PNS. Kami bisa kembali merekurt pada 2020. Itu pun belum ada ketentuan lebih lanjut," ungkap Kepala BKPSDA Bangkalan Moh Gufron.

Ia menjelaskan, belum dibukanya tekurtmen PNS hingga saat ini lantaran belanja pegawai dalam APBD di atas 50 persen dari belanja langsung.

"Jadi belum diperbolehkan Men-PAN untuk melakukan rekurtmen PNS," jelasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help