TribunJatim/

Pemkab Kediri Klarifikasi Soal Pendaki dari Blitar Yang Terjebak di Gunung Kelud

"Tanpa berpikir panjang karena demi kemanusiaan Wakil Bupati Kediri, Drs. H. Masykuri mengiyakan karena ini demi kemanusiaan," tegas Adi

Pemkab Kediri Klarifikasi Soal Pendaki dari Blitar Yang Terjebak di Gunung Kelud
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Detik-detik evakuasi pendaki yang tersesat di Gunung Kelud oleh Tim SAR gabungan, Selasa (7/11/2017). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemkab Kediri menanggapi secara bijak soal berhembusnya isu yang menuding pihaknya tidak turut serta dalam proses evakuasi sembilan pendaki dari Blitar yang sempat terjebak di kawasan puncak Gunung Kelud, Senin (6/11/2017)

Wakil Bupati Kediri, Drs. H. Masykuri melalui Plt, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Adi Suwignyo menegaskan kalau Rudi yang bertanggung jawab di kehutanan Kabupaten Blitar meminta bantuan untuk menurunkan pendaki yang cidera dan terjebak di kawasan puncak Gunung Kelud via jalur puncak Sumbing Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

"Tanpa berpikir panjang karena demi kemanusiaan Wakil Bupati Kediri, Drs. H. Masykuri mengiyakan karena ini demi kemanusiaan," tegas Adi Suwignyo kepada SURYA, Rabu (8/11/2017).

Adi menjelaskan adanya informasi pendaki yang tersesat itu dalam kondisi pingsan serta sesak nafas menjadi pertimbangan tim penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri untuk mengevakuasi pendaki via jalur Kediri yang bermedan terjal dengan sudut kemiringan sekitar 80 derajat.

Karena itu pihaknya berkoordinasi bersama Basarnas, BPBD Blitar dan relawan untuk mengevakuasi pendaki yang cidera via jalur aman melalui Tulungrejo Blitar.

"Semua pihak telah kami kerahkan dan sudah di lokasi titik pejemputan evakuasi di bawah puncak Sumbing sekira pukul 19. 30 WIB," ujarnya.

Dia menceritakan awalnya dihubungi oleh Rudi terkait sembilan pendaki yang terjebak di Kelud. Kemudian, ia sempat menghubungi seorang pendaki yang turut berada dalam rombongan bernama Arik (26) warga Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Dalam percakapan via seluler itu pihaknya meminta informasi kondisi pendaki yang cidera dan meminta untuk tetap bertahan menunggu tim Sar datang.

"Saat itu saya telepon dua kali berkomunikasi dengan dua pendaki yang terjebak itu. Karena ponsel pendaki itu dalam kondisi baterai lemah," ceritanya.

Menanggapi hal itu, sambungnya, pihaknya bersama Plt, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Randi Agata dan tim relawan warga di sekitar Kelud menuju ke lokasi untuk melakukan pencarian pendaki itu.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help