TribunJatim/

Dua Pesawat Tempur TNI AU Magetan Rontok usai Tabrak Burung

Di tahun 2017, dua pesawat tempur canggih T50i Golden Eagle, buatan Korea Selatan dan Amerika, rontok usai berhadapan dengan sekawanan burung.

Dua Pesawat Tempur TNI AU Magetan Rontok usai Tabrak Burung
Surya/Doni Prasetyo
Tim teknisi pesawat tempur Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan melakukan pembersihan mesin jet pesawat tempur jenis T50i Golden Eagle di hanggar Skadron 15 Lanud Iswahjudi 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Di tahun 2017, dua pesawat tempur canggih T50i Golden Eagle, buatan Korea Selatan dan Amerika, yang dimiliki tim tempur udara Skadron 15 Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan rontok usai berhadapan dengan sekawanan burung.

Keduanya pun harus melakukan "engine swap" (ganti mesin).

Tim teknisi pesawat tempur Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan melakukan pembersihan mesin jet pesawat tempur jenis T50i Golden Eagle di hanggar Skadron 15 Lanud Iswahjudi
Tim teknisi pesawat tempur Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan melakukan pembersihan mesin jet pesawat tempur jenis T50i Golden Eagle di hanggar Skadron 15 Lanud Iswahjudi (Surya/Doni Prasetyo)

"Meski pabrikan mengklaim mesin pesawat tidak akan rusak atau mati dilempar ayam. Tapi faktanya, burung yang kecil malah bisa merontokan mesin jet canggih dan harus melakukan engine swap (ganti mesin), kalau masih dipakai," ungkap Komandan Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan, Marsekal Pertama (Marsma) Samsul Rizal didampingi Komandan Flight Ops (Operasi) B Skadron Tempur 15 Lanud Iawahjudi, Kapten Pnb Yudhistira kepada Surya, Jumat (10/11/2017).

(Pilkades Serentak di Malang Bakal Dimajukan, DPRD Bersikukuh Tetap Digelar 2019)

Hujan dan burung, lanjut Kapten Yudhistira, dua hal yang harus dihadapi setiap penerbang, tidak terkecuali penerbang pesawat tempur yang memiliki kecepatan supersonic (kecepatan di atas kecepatan suara) hingga menimbulkan ledakan.

"Hujan dan burung itu harus diwaspadai, karena itu antisipasi kawanan burung, terutama di area landasan, harus ada tim penghalau burung. Juga di seputar landasan tidak diperbolehkan menanam pohon buah-buahan," kata penerbang pesawat tempur T50i Golden Eagle ini.

"Selain itu, rumput juga tidak dipotong pendek kurang dari 10 centimeter, karena burung akan melihat cacing di rerumputan," tambahnya.

Dikatakan Kapten Yudhistira, untuk melatih menghadapi hujan dan kawanan burung, penerbang diharuskan latihan terbang malam.

Meski efek dari latihan terbang malam bisa mengganggu ketenangan warga masyarakat, namun itu harus dilakukan penerbang pesawat tempur.

(Pemkot dan Polresta Kediri Tanda Tangani Kesepahaman, Bahaya Narkoba Jadi Kurikulum Pendidikan)

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help