TribunJatim/

Hari Pahlawan

Santri dan Pejabat Kota Kediri Doa Bersama Untuk Pahlawan

Doa bersama ini untuk mengenang jasa dan perjuangan pahlawan yang telah gugur demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Santri dan Pejabat Kota Kediri  Doa Bersama Untuk Pahlawan
Surya/Didik Mashudi
Pejabat dan santri di Kota Kediri menggelar doa bersama untuk pahlawan di TMP Kota Kediri, Kamis (10/11/2017) malam. 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Santri Mahad Darul Ilmi MAN 2 Kota Kediri bersama pejabat Muspida dan tokoh ulama menggelar doa bersama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri, Kamis (9/11/2017) malam.

Pejabat yang hadir di antaranya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Dandim 0809 Letkol Joko Setiyo Kurniawan, Kepala Kemenag Kota Kediri Zuhri, KH MD Thoha Yahya (Gus Lik), KH Abu Bakar Abdul Jalil (Gus Ab) dan H Mevin Zainul Asyqien (Gus Iing).

Doa bersama ini untuk mengenang jasa dan perjuangan pahlawan yang telah gugur demi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, sebagai harapan agar masyarakat dapat mengenang dan menghargai jasa pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.

Menurut Walikota, pada zaman dahulu pahlawan berjuang agar Indonesia merdeka, adil dan makmur. Saat ini, tugas para pemuda untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi.

"Kalian harus bisa menjadi tonggak kemajuan bangsa dengan berbagai prestasi di segala bidang. Insya Allah tidak lama, Indonesia mampu berubah dari negara berkembang menjadi negara maju dimulai dari kita untuk menggunakan produk-produk asli buatan dalam negeri," ujar Mas Abu, sapaan walikota.

Mas Abu berpesan kepada senior untuk memberikan bimbingan dan dukungan penuh kepada para pemuda untuk bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan prestasi.

Baca: 1001 Pejuang Cilik di SD Negeri Mojo Berbaris Mengheningkan Cipta

Sementara Letkol Joko Setiyo Kurniawan menyampaikan, Taman Makam Pahlawan (TMP) adalah tempat bagi anggota TNI/ Polri dan masyarakat yang mendapat tanda kehormatan Bintang Gerilya dari Presiden Indonesia.

Bintang Gerilya adalah tanda kehormatan yang dikeluarkan oleh Presiden Indonesia kepada setiap warga negara RI yang menunjukkan keberanian, kebijaksanaan, dan kesetiaan yang luar biasa dalam mempertahankan republik semasa revolusi antara tahun 1945-1950.

Terutama saat Agresi Militer Belanda I dan II. Para pahlawan penerima bintang gerilya berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

"Setahu saya, Kota Kediri satu-satunya daerah yang menggelar doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan. Semoga kegiatan yang sangat baik ini dijadikan contoh bagi daerah lainnya," ujarnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help