TribunJatim/

HIPMI Madiun Tergetkan 500 Pengusaha Muda Baru Selama Tiga tahun

Mereka pergi mencari ilmu di kota besar, tinggal, dan menancapkan eksistensinya di sana," kata Andro

HIPMI Madiun Tergetkan 500 Pengusaha Muda Baru Selama Tiga tahun
(Surya/Rahadian bagus)
Sejumlah pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Cabang Kota Madiun dilantik. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Setelah sempat mengalami vakum selama satu periode , Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Cabang Kota Madiun menargetkan akan ada 500 pengusaha muda selama periode pengurusan 2017-2020 yang baru.

Hal itu disampaikan, ketua Hipmi Kota Madiun, Andro Rohmana Putra, usai acara pelantikan Pengurus Hipmi Cabang Kota Madiun, Senin (13/11/2017) di Hotel Merdeka.

"Urbanisasi akhirnya muncul sebagai momok bagi banyak daerah, karena bibit-bibit muda unggulan pindah dan tumbuh berkembang di tempat lain. Mereka pergi mencari ilmu di kota besar, tinggal, dan menancapkan eksistensinya di sana," kata Andro kepada wartawan, Senin (13/11/2017).

Pengusaha kuliner ini mengatakan, hal tersebut juga terjadi di Kota Madiun. Ada banyak sumber daya di Kota Madiun yang belum dikembangkan secara maksima

Dikatakan Andro, saat ini ada banyak pemuda dari Kota Madiun yang justru merintis usaha di kota-kota besar. Sebaliknya, di Kota Madiun malah justru sangat minim.

Satu di antara sekian alasan, pengusaha muda asal Kota Madiun enggan merintis usaha di Madiun karena belum tertatanya ekosistem bisnis yang baik. Sehingga para pengusaha muda ini memilih berwirausaha di luar kota.

Baca: Seorang Pria yang Bekerja sebagai Pendekor Bunga Meninggal Usai Buang Air Kecil, Apa karena Sakit?

Dengan berbagai program kerja yang dirancang Hipmi Kota Madiun, kedepan para pengusaha muda agar tidak takut berwirausaha di Kota Madiun.

Sementara itu, Ketua BPD Hipmi Jawa Timur (Jatim), Giri Bayu Kusumah, mengatakan Hipmi harus menyebarkan virus wirausaha ke pemuda hingga ke daerah.

Selain itu, juga mengubah mindset para pemuda yang kebanyakan ingin menjadi pegawai menjadi seorang pengusaha.

"Menurut pakar ekonomi, tingkat keberhasilan suatu negara yaitu ditentukan dari banyaknya pengusaha muda yaitu dua persen dari total penduduk. Di Indonesia jumlah pengusaha mudanya belum sampai dua persen," kata Giri.

Dia berharap pengusaha muda di daerah juga berperan aktif membangun ekonomi di kotanya masing-masing. Sehingga perekonomian di daerah akan menjadi tumbuh. (Surya/Rahadian bagus)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help