TribunJatim/

Potensinya Sangat Besar, Bank Syariah Didorong Serius Garap Infrastruktur dan Sektor Riil

Pemerintah terus mendorong perbankan syariah agar semakin berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pembiayaan infrastrktur.

Potensinya Sangat Besar, Bank Syariah Didorong Serius Garap Infrastruktur dan Sektor Riil
TRIBUNJATIM/IST
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, saat memberikan pidatonya "Pembiayaan Infrastruktur dengan Sakim dan Syariah" di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)2017 di Grand City Surabaya, Jumat (10/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Pemerintah terus mendorong perbankan syariah agar semakin berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pembiayaan infrastrktur.

Jika hal itu dilakukan, akan secara langsung menaikkan pangsa pasar keuangan syariah terhadap perbankan nasional.

Terlebih, pemerintah juga telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) melalui Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.

Komite yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla ini bertujuan mengembangkan potensi sekaligus menjawab tantangan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia.

Jelang Penetapan UMK 2018, Begini Warning Pakde Karwo ke Kabupaten/Kota di Jatim

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Bambang Brodjonegoro mengatakan, banyak kesempatan dan potensi yang bisa dioptimalkan dari pengelolaan keuangan syariah saat ini di Indonesia.

Dengan peluang yang sangat besar, maka kesempatan bagus bagi bank syariah untuk memperluas perannya, seperti yang dilakukan bank konvensional pada umumnya.

"Kalau bank konvensional bisa, harusnya bank syariah juga bisa, dengan pola dan skim sesuai ketentuan syariah,” tegas Bambang, saat menutup seminar mengenai pembiayaan infrastruktur dengan skim syariah yang merupakan rangkaian acara ISEF di Surabaya.

Jumlah Aliran Kepercayaan Ratusan, Dispendukcapil Kebingungan Paska Pengakuan Putusan MK

Menurut Bambang, saat kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat besar. Hingga tahun 2019, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 4.800 triiun.

Halaman
123
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help