TribunJatim/

Selain Pil Dobel L, Ternyata Alprazolam Juga Digemari Pemabuk Kalangan Anak Muda

Karena itu obat ini tidak bisa dijual secara bebas. Pembeliannya harus melalui resep dokter, namun bukan sembarang dokter.

Selain Pil Dobel L, Ternyata Alprazolam Juga Digemari Pemabuk Kalangan Anak Muda
Surya/David Yohanes
Waka Polres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan (tengah) menunjukkan barang bukti narkoba yang disita dari lima pengedar. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Satuan Reskoba Polres Tulungagung menyita 2.400 butir obat merek Alprazolam dari seorang residivis pengedar narkoba.

Selama ini Alprazolam kurang populer dibanding dengan pil dobel L.

Menurut Kasat Reskoba Polres Tulungagung, AKP Suwancono, Alprazolam sebenarnya obat resmi dan masih beredar. Obat ini termasuk jenis psikotropika golongan empat.

Karena itu obat ini tidak bisa dijual secara bebas. Pembeliannya harus melalui resep dokter, namun bukan sembarang dokter.

Melainkan dokter yang terkait dengan kejiwaan.

“Obat ini termasuk jenis obat penenang, dan kalau dikonsumi menimbulkan efek halusinasi,” terang Suwancono, Senin (13/11/2017).

Alprazolam banyak sering dikonsumsi kalangan anak muda untuk mendapatkan feek ngefly. Obat ini memang kalah populer dibanding pil dobel L yang lebih murah.

Lima Residivis Pengedar Narkoba di Tulungagung Kembali Ditangkap

Dan konsumennya berasal dari kalangan yang lebih mampu. Sebab satu butir Alprazolam dijual Rp 10.000.

“Harganya jauh lebih mahal dibanding dobel L. Makanya yang mengonsumsi juga anak-anak muda yang punya duit,” ucap Suwancono.

Karena peredarannya harus menggunakan resep dokter, Alprazolam juga sulit didapat. Kondisi ini yang menantang para pengedar.

Sebab jika bisa menjual satu strip saja, keuntungannya bisa mencapai Rp 50.000.

"Kalau kalangan tua biasanya mengonsumsi narkoba yang bisa memberikan efek kuat, misalnya sabu-sabu. Kalau Alprazolam ini kegemaran yang muda-muda. Makanya harus diwaspadai," pungkas Suwancono. (Surya/David Yohanes)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help