TribunJatim/

Tiga Tahun BNN Kota Kediri Rehab 700 Pecandu Narkoba

Pihak BNN Kota Kediri juga terus melakukan pemantauan pecandu dengan progam pasca rehab supaya tidak kambuh lagi.

Tiga Tahun BNN Kota Kediri Rehab 700 Pecandu Narkoba
Surya/Didik Mashudi
Kepala BNN Kota Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati bersama penggantinya AKBP Bunawar,SH di kantornya, Senin (13/11/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dalam kurun waktu 2015 - 2017 BNN Kota Kediri telah melakukan rehabilitasi terhadap 700 pecandu narkoba. Mayoritas pecandu yang direhab kecanduan pil dobel L.

"Rehabilitasi dilakukan dengan rawat jalan. Pesertanya bukan hanya warga Kota Kediri tapi luar daerah," ungkap AKBP Lilik Dewi Indarwati, Kepala BNN Kota kediri saat perkenalan dengan penggantinya AKBP Bunawar,SH, Senin (13/11/2017).

Dijelaskan AKBP Lilik Dewi, pecandu narkoba dari luar daerah yang mengikuti rehab datang dari Kabupaten Trenggalek, Mojokerta, Jombang dan terbanyak dari Kabupaten Kediri.

Progam rehab rawat jalan ini berlangsung dua bulan sampai setahun. Beberapa di antarannya juga ada
yang dirujuk ke RSJ Lawang, RS HMC Malang serta dirujuk pusat rehabilitasi di Surabaya.

"Hanya satu yang dirujuk ke Rehabilitasi Lido, Jawa Barat," tambahnya.

Pihak BNN Kota Kediri juga terus melakukan pemantauan pecandu dengan progam pasca rehab supaya tidak kambuh lagi.

"Faktor keluarga sangat utama dan menentukan. Karena ada sejumlah kasus, pecandu sudah pulih, tapi keluarga tidak menerimanya," tambahnya.

Termasuk lingkungan dekat pecandu sangat berpengaruh dalam progam pascarehab.

"Namun yang terpenting munculnya kesadaran sendiri untuk tidak kambuh lagi," tambahnya.

Bagi pecandu yang belum memiliki pekerjaan, pihak BNN juga memfasilitasi untuk dapat bekerja. BNN bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan pembuat kerajinan untuk menyalurkannya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help